AMBON,AT-Tim Sepakbola Maluku gagal mengamankan tiket lolos ke PON 2024 di Sumatera Utara-Aceh. Kegagalan pasukan binaan Harmain Masaila menembus pesta olahraga empat tahunan se-Indonesia itu, setelah gagal meraih kemenangan atas Sulawesi Tenggara (Sultra) pada laga kualifikasi PON di Lapangan Thor Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/3) petang.
Falip Wenno dan Kawan-kawan harus menyerah dengan skor telak 3-1 (1-0). Maluku masih tersisa satu pertandingan melawan tim tuan, Jawa Timur pada 7 Maret mendatang. Jika menang, Maluku tetap angkat koper dari ajang itu. Saat ini, Maluku hanya mampu mengemas satu poin usai bermain imbang 1-1 lawan Malut.
Menurut Harmain Masaila, Pelatih Pra PON sepakbola
Maluku bahwa, banyak peluang yang tak mampu dimanfaatkan oleh striker.
"Tim lawan kebobolan lebih awal di babak pertama, tapi di babak kedua, Anak-anak kurang fokus sehingga pemain lawan mampu membobol tiga gol," ungkap Harmain kepada mediia ini via telepon usai laga.
Sebenarnya, kata dia, jalannya pertandingan berlangsung sengit, bahkan Maluku berhasil menguasai jalannya pertandingan di babak pertama hingga babak kedua. Namun sayang, sang kapten (Falip) mendapat kartu merah sehingga kelemahan ini dimanfaatkan tim lawan dan hasilnya seperti hari ini (kalah).
"Anak-anak (pemain) keasikan menyerang tapi lupa menjaga benteng pertahanan, akibatnya pemain lawan berhasil mencetak tiga gol, " beber dia.
Di sisa waktu babak kedua, kata Harmain, ada tiga peluang emas dari pemain depan, tapi gagal dimanfaatkan dengan baik.
"Semua pemain sudah berusaha dalam laga tadi, tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, " katanya.
Di akhir pembicaraan, Harmain menuturkan, hasil minor ini akan dijadikan sebagai pengalaman berharga sehingga kedepan bisa lebih maksimal lagi.
"Saya tidak menyalahkan pemain, karena memang persiapan menuju babak kualifikasi PON hanya beberapa minggu saja. Apapun hasil dari ajang ini, kami tim pelatih tetap bertanggungjawab dan semoga kedepan lebih baik lagi," tegas Harmain menutup pembicaraan. (CAL)
Dapatkan sekarang