Tiga Desa di Kecamatan  Kepala Madan Terendam Banjir Rob 
Kondisi pemukiman masyarakat di desa Bala- Bala dan desa Biloro yang terendam air laut ( banjir rob) akibat cuaca ekstrim yang melanda wilayah tersebut Minggu (22/2) kemarin.
FaizalLestaluhu
24 Feb 2026 16:36 WIT

Tiga Desa di Kecamatan  Kepala Madan Terendam Banjir Rob 

NAMROLE,AT-Tiga desa di kecamatan kabupaten Buru Selatan dilaporkan terendam air laut akibat banjir rob yang melanda wilayah tersebut. Tiga desa itu masing masing Desa Biloro , Desa Bala- Bala dan Desa Air Ternate. Akibat banjir rob dengan naiknya air laut ini mengakibatkan puluhan rumah masyarakat yang ada di tiga desa itu terendam banjir.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan , air laut yang masuk dan menggenangi pemukiman masyarakat lantaran kondisi cuaca ekstrim yang tidak bersahabat. Gelombang tinggi menghantam bibir pantai mengakibatkan air laut  masuk ke pemukiman masyarakat  serta menggenangi rumah- rumah penduduk.

Kondisi ini mengakibatkan masyarakat tiga desa yang bermukim dekat  dengan pantai harus mengungsi ke daerah yang lebih aman untuk menghindari hal-hal  yang tidak diinginkan bersama.  

Halim, Pelaksana Tugas (Plt)  Camat Kepala Madan yang dikonfirmasi media ini Senin (23/2) membenarkan kejadian tersebut.

"Benar telah terjadi banjir rob ( masuknya air laut ke pemukiman masyarakat)  akibat cuaca ekstrim yang melanda wilayah kecamatan kepala Madan," akuinya.

Ia mengaku,  ada tiga desa yang pemukimannya  terendam banjir rob diantaranya desa Biloro, desa Bala- Bala dan desa Air Ternate.

"Untuk desa Biloro sebanyak 14 rumah yang terendam air laut akibat banjir rob. Sementara dua desa lain yakni desa Bala- Bala dan Air Ternate diperkirakan mencapai puluhan rumah karena masih dalam pendataan," sebutnya.

Dikatakan, banjir rob ini terjadi pada Minggu (22/2) siang akibat kondisi cuaca ekstrim yang melanda wilayah kecamatan kepala Madan.

"Kejadiannya hari Minggu  kemarin. Saya sudah ingatkan masyarakat untuk tingkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang berprofesi sebagai nelayanan untuk tidak melaut karena kondisi cuaca tidak bersahabat," sebutnya.

Ditanya langkah yang diambil serta koordinasi dengan pemerintah daerah, Halim mengaku bersama masyarakat, pihaknya sudah mengambil langkah dengan melakukan penanaman barang pohon daerah yang rawan banjir rob.

"Yang kita lakukan ini di desa Biloro. Untuk dua desa yang lain saya  juga menyarankan hal yang demikian," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan, Abas Tamher mengaku belum mendapatkan informasi terkait kejadian tersebut.

"Saya belum dapat informasi untuk kejadian ini," sebutnya. 

Kendati begitu Tamher yang juga orang nomor satu di BPBD Bursel ini mengingatkan masyarakat di Kabupaten Buru Selatan terutama kecamatan kepala Madan dan lebih khusus tiga desa yang dilandasi banjir rob untuk waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas.

"Saya minta masyarakat untuk hati- hati dalam beraktivitas terutama di laut karena kondisi cuaca ekstrim yang terjadi di kecamatan kepala Madan Kabupaten Buru Selatan, " ingatnya. (Edy) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai