NAMROLE,AT-Pemerintah daerah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menyambut kedatangan Jamaah haji asal kabupaten Buru Selatan tahun 2024 usai menunaikan ibadah haji dintanah suci. Penyambutan para jemaah haji itu berlangsung di Aula Gedung Serbaguna Kota Namrole Kabupaten Bursel, kemarin.
Kedatangan Jamaah haji ini disambut langsung Sekretaris daerah Kabupaten Bursel, Ruslan Makatita bersama para asisten dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Bursel.
Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa dalam sambutannya yang dibacakan Makatita mengucapkan selamat datang kepada seluruh jamaah haji dan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
"Alhamdulillah perjalanan jamaah haji musim haji 2024 M/1445 Hijriah, mulai dari Kabupaten Buru Selatan menuju Kota Ambon selanjutnya Kota Mekah ke Madinah dan kembali lagi ke Kabupaten Buru Selatan berjalan dengan lancar," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Soulisa mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara haji dan masyarakat semoga partisipasi ini menjadi amal jariyah di kemudian hari.
"Kemarin kami menerima kabar bahwa salah seorang jamaah haji asal Desa Oki Lama yang tergabung dalam kloter 32 bernama Haji bandara meninggal dunia. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya saat shalat magrib di bandara udara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah,"ujarnya.
Dikatakannya, almarhum juga menunaikan ibadah haji bersama istri tercinta.
"Untuk itu kami pemerintah Kabupaten Buru Selatan turut berbela sungkawah yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum, " ucapnya.
Ibadah haji, sebut Soulisa, tidak seperti ibadah lainnya karena hanya hanya orang yang mampu bisa menjalankan ibadah haji. Kemampuan tersebut mencangkup dua hal yaitu mampu secara fisik dan secara finansial.
"Bapak/ibu yang terpanggil tahun ini adalah orang-orang terpilih. Semoga dengan kembalinya dari tanah suci bapak ibu dapat meraih derajat haji mabrur dan mabruroh," pungkasnya.
Ketua rombongan jamaah haji tahun 2024, Masrudin Solissa berharap, kedepannya Pemerintah daerah Kabupaten dan Kemenag Buru Selatan harus menyiapkan satu tenaga medis atau kesehatan dan pendamping untuk mendampingi rombongan jamaah haji dari Bursel.
"Dan rekomendasinya harus dokter spesialis, karena calon jamaah haji pastinya memiliki penyakit yang berbeda-beda," harap Solissa
Diakuinya, untuk kabupaten/kota lain di Indonesia termasuk Maluku memiliki tenaga medis dan tenaga pendamping, terkecuali Kabupaten Buru Selatan yang tidak memiliki petugas medis.
"Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga kedepan harus disiapkan tenaga yang kami maksud," tutupnya. (Edy)
Dapatkan sekarang