AMBON,AT-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku melalui Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science menggelar tes fisik bagi atlet bela diri sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri, 11 September 2025 di Kudus, Jawa Tengah.
Menurut Albert Fenanlampir, Wakil Ketua I KONI Maluku bahwa, tes fisik untuk atlet bela diri sebagai persiapan menuju PON Beladiri 2025.
Hasil tes menjadi dasar pelatih dalam menentukan strategi pembinaan dan pemilihan atlet.
“Tes itu kami gelar selama dua hari, yakni tanggal 1-2 September dan tes ini sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus nanti, ” ujar Fenanlampir saat Bincang-bincang dengan media ini di Ambon, Minggu (7/9).
Dikatakan, setiap cabang rata-rata menurunkan atlet andal yang berpotensi meraih medali dan atlet tersebut wajib menjalani serangkaian tes.
"Hari pertama difokuskan pada tes kecepatan hingga kekuatan. Sementara itu, hari kedua, atlet melakoni tes konsentrasi. Setiap cabang olahraga memiliki kebutuhan fisik yang berbeda. Sebab itu, tesnya pun menyesuaikan dengan karakteristik cabor. Ada yang lebih menitikberatkan pada speed, ada juga yang pada teknik,” katanya.
Lebih jauh dijelaskan, tes kali ini mencakup beberapa aspek, yaitu fisik, kesehatan dan tes psikologi setelah atlet dinyatakan lolos tes dan masuk ke program Pelatda," jelasnya.
Fenanlampir merincikan, beberapa materi fisik yang menjadi ujian antara lain push up, sit up, fleksibilitas, kelincahan, lari 30 meter, vertical jump, koordinasi, keseimbangan, hingga multistage fitness (VO2 Max). Hasil dari rangkaian tes ini nantinya menjadi bahan evaluasi bersama antara KONI Maluku (Binpres) dan para pelatih cabor.
“Tes ini bukan sekadar formalitas, melainkan akan menjadi dasar bagi pelatih dalam menentukan strategi pembinaan dan pemilihan atlet.
"Kami masih punya waktu untuk mengevaluasi sebelum PON, sehingga sinergi antara KONI dan cabor bisa lebih terarah demi capaian prestasi terbaik untuk Maluku," tegasnya.
Mantan Sekum KONI Maluku ini mengatakan, hasil tes ini juga sebagai acuan tim pelatih untuk menentukan program latihan dalam sisa waktu jelang PON mendatang. Dimana masih ada sisa 27 hari waktu efektif dalam persiapan atlet jelang keberangkatan.
“Terlebih lagi bagaimana programnya pelatih setelah di test fisik ini, ini yang perlu kita ketahui dan pantau. Dengan harapan grafiknya meningkat. Dengan waktu yang kurang lebih efektifnya 27 hari andai kata seorang atlet itu test fisiknya hasilnya belum meningkat, dalam 27 hari ini kita akan berikan masukan, bagaimana upaya agar peningkatan fisik ini bisa dicapai,” beber dia.
Menurut dia, tes fisik ini untuk mengevaluasi atlet sejauh mana perkembangan tes fisik sejak menjalani tes fisik pertama.
“Kita berharap hasilnya harus meningkat, atlet yang tidak mencapai standar minimal, masih ada kesempatan sebelum berangkat ke PON Beladiri,” ujar dia.
Fenanlampir berharap kepada para atlet, setelah menjalani tes fisik, mereka harus terus menjaga fisik dengan menjaga kebugaran dan pola istirahat, tetap berlatih dengan standar yang telah diberikan pelatih.
"Yang jelas, seluruh atlet wajib mengikuti seluruh tes ini. Ini adalah inovasinya kita lakukan berdasarkan sport science. Dalam beberapa hari kedepan kita akan dapat laporannya. Dari laporan itu kita akan evaluasi,” demikian Fenanlampir. (Cal)
Dapatkan sekarang