AMBON,AT-Asisten Administrasi Umum Setda Kota Ambon, Robert Sapulette mengungkapkan, jumlah kendaraan umum khususnya Angkutan kota (Angkot) yang beroperasi di Kota Ambon, sudah mencapai hampir diangka tiga ribuan unit. Hal itu tidak sebanding dengan kondisi terminal Mardika, maupun ruas jalan di Kota Ambon.
"Kendaraan terutama Angkot yang beroperasi di Kota Ambon, saat ini sudah diatas angka dua ribuan unit, tentu hal tidak sebanding dengan kapasitas dan daya tampung terminal Mardika saat ini," ungkapnya kepada wartawan di Balai Kota, kemarin.
Menurutnya, dengan kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) membutuhkan dukungan dari berbagai stakeholder, yang bergerak di bidang perhubungan, terutama Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Cabang Kota Ambon.
"Pemerintah Kota Ambon, tidak akan mampu menyelesaikan persoalan angkutan umum dan persoalan terminal hingga pasar secara sendirian, olehnya itu harus ada dukungan dari stakeholder lain, terutama Organda ini," tegasnya.
Mantan Kadis Perhubungan Kota Ambon ini mengatakan, sektor transportasi khususnya angkutan darat mestilah ditata dan di kelola dengan baik, sehingga keselamatan, dan keamanan serta kenyamanan berlalu lintas berjalan dengan baik.
"Kewajiban dari Pemerintah adalah memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, serta menyediakan iklim yang baik bagi pengusaha angkutan darat," ujarnya.
Selain itu, kata dia, Pemerintah kota Ambon, melihat ketersediaan transportasi darat dari aspek masyarakat, dan dari aspek pengusaha angkutan darat sebagaimana tujuan dari Organda adalah untuk membina dan mengembangkan kemampuan, serta profesionalisme menuju usaha angkutan di Indonesia menjadi kuat dan efektif efisien dan berdaya saing tinggi.
"Dengan demikian harapan Pemerintah kota Ambon untuk PDC Organda kota Ambon adalah berkolaborasi bersama dalam membentuk sumberdaya pengemudi yang sopan, rapih dan terdata serta ketersediaan angkutan darat yang aman, nyaman, sehat untuk melakukan aktivitas berlalu lintas di jalan raya," pintahnya.
Sapulette menambahkan, yang menjadi persoalan bagi pemangku kebijakan bidang transportasi di kota Ambon, salah satunya adalah volume pertumbuhan kendaraan yang tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas jalan, serta sarana-prasarana transportasi lainnya.
Adalah persoalan yang mengemuka dan menjadi kebutuhan yang harusnya dijawab sekarang.
"Olehnya itu Pemerintah kota Ambon berharap, adanya sinergitas bersama antara DPC Organda kota Ambon dalam membangun, dan menata transportasi di kota Ambon, sebagai kontribusi positif bagi semua lapisan masyarakat yang beraneka ragam suku, budaya dan kepercayaan untuk turut serta membangun kota Ambon sebagai bagian dari Ambon Par Samua," tandasnya.
Sebelumnya, saat rapat kerja I tahun 2023 ketua DPC Organda Kota Ambon, Agus Pical, dalam sambutannya mengatakan, perkembangan sektor transportasi darat di kota Ambon, sangatlah cepat. Hal itu sesuai data terbaru pertumbuhan kendaraan roda empat mencapai 10 persen per tahun dan roda dua mencapai 15 pertahun per tahun, dengan jumlah angkutan kota mencapai 2000 unit kendaraan dengan 43 trayek jalur.
"Hal ini tentunya berdampak sangat padat serta berdampak langsung pada persoalan khas angkutan darat yaitu kemacetan,"ujar dia, saat raker tersebut.
Menurutnya, hal disebabkan karena jumlah volume kendaraan tidak berbanding lurus dengan dengan kapasitas jalan di kota Ambon, serta persoalan transportasi lainnya yang juga perlu mendapat perhatian.
“Untuk itu semua pemangku kepentingan transportasi di kota Ambon dapat saling bahu membahu dalam menjawab tantangan dan permasalahan transportasi di kota Ambon,” jelasnya.
Ditegaskan, Organda selalu bersama Pemerintah kota Ambon dalam hal ini Dinas Perhubungan kota sebagai mitra, untuk mengatasi persoalan transportasi di Kota Ambon.
"Makanya kami akan memberikan segala potensi, baik sumber daya dan keahlian dalam upaya membenahi persoalan transportasi darat di kota Ambon sesuai kewenangan yang dimiliki oleh Organda Cabang Kota Ambon. Kedepan akan ada berbagai inovasi telah dirancang bagi pengusaha angkutan darat dalam memberikan kontribusi positif untuk menjawab tantangan dan perkembangan transportasi di kota Ambon dan memberikan rasa aman dan nyaman, serta transportasi berbiaya murah," tandasnya. (HA)
Dapatkan sekarang