NAMROLE,AT.- Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) di Namrole, Kabupaten Buru Selatan yang dibangun dengan anggaran Rp 5 miliar lebih belum difungsikan. Saat ini puskesmas yang dibangun sejak 2019 lalu terancam rusak.
Belum diketahui, alasan tidak difungsikannya Puskesmas yang dibangun di dekat jalan raya Desa Lektama, Kecamatan Namrole itu. Padahal masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan di Puskesmas.
“ Sangat kasihan sekali, sudah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tetapi dibiarkan begitu saja tanpa digunakan untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat,”kesal Didin, warga desa setempat.
Dia berharap Pemkab Buru Selatan terutama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) secepatnya memfungsikan Puskemas tersebut. " Apapun persoalannya harus diselsaikan sehingga Puskesmas itu bisa difungsikan ,”pintanya.
Selain megah, Puskemas yang dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut lebih besar ukurannya dengan Puskemas di Desa Elfulle.
“ Belum lagi jumlah pegawai baik PTT (Pegawai Tidak Tetap) maupun ASN (Aparatur Sipil Negara) yang bertugas Puskemas Namrole kurang lebih 150 orang. Jumlah ini sangat tepat bila Puskesmas di Lektama difungsikan karena bisa menampung pegawai dengan jumlah yang sangat banyak,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala Puskesmas Namrole, Muhamad Kasim Soulisa sangat berharap Puskesmas tersebut bisa difungsikan. “ Saya sangat berharap Puskemas itu bisa segera difungsikan untuk kegiatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat karena besar dan megah,”ujarnya.
Sesuai regulasi, lanjut Kasim, pemanfaatan puskesmas harus mendapatkan persetujuan dari DKPPKB Bursel. “ Kita tinggal menjalankannya saja. Jika tidak ada persoalan bisa saja Dinkes merekomendasikan untuk segera menafaatkan Puskesmas itu untuk pelayanan kesehatan,”pungkasnya. (ESI)
Dapatkan sekarang