AMBON,AT-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, telah menerbitkan daftar pedagang yang akan menempati Lantai I dan II Gedung Putih baru Pasar Mardika, Senin (11/12) kemarin.
Kurang lebih ada 305 pedagang yang telah terdata untuk menempati lantai I dan II Gedung Putih Mardika. Data ratusan pedagang tersebut terbagi atas tiga bagian.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini dari para pedagang, kemarin menyebutkan, 305 nama pedagang yang terdata untuk menempati lantai I dan II terbagi atas tiga komoditi yakni Komiditi Sembako, sayuran serta kelontong.
Untuk komiditi Sembako, Disperindag Maluku menerbitkan sebanyak 166 nama pedagang untuk menempati los kering (lantai I &II), semantara Komiditi Sayuran 125 pedagang, dan kelontong, 14 pedagang.
“Jadi semuanya 305 orang. Nama-nama pedagang dari Disperindag Maluku itu, diberitahukan tidak secara langsung melainkan lewat pesat WhatsApp dalam bentuk PDF,” kata Teko, salah seorang pedagang Mardika.
Teko yang memiliki usaha kelapa parut mengaku, terkejut saat mengetahui adanya pengumuman nama-nama pedagang untuk menempati lantai I dan II Gedung Putih Mardika.
“Saya terkejut, sebab dari ratusan nama yang tertera didalam daftar Disperindag Maluku itu, sebagian besar kita tidak kenal alias orang baru. Sementara kita yang sudah jualan sejak 2009 di area Gedung Putih tak ada nama,” ungkapnya.
Padahal, lanjut Teko, sebelum Gedung Putih direvitalisasi, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Disperindag telah mendata seluruh pedagang baik didalam maupun didepan Gedung Putih.
“Kita diminta pergi ke Disperindag Kota Ambon untuk memasukan data-data kita sebagai pedagang di Gedung Putih sebelum revitalisasi. Bahkan diri kita di foto mulai dari depan hingga samping. Waktu itu jumlahnya kurang lebih 200 orang pedagang didepan gedung Putih semua didata,” bebernya.
Sekadar tahu, data pedagang terdampak revitalisasi Gedung Putih Mardika, telah dimiliki Pemkot Ambon. Namun semua data tersebut sudah diserahkan kepada Disperindag Provinsi belum lama ini.
“Tapi mengapa saat Disperindag Provinsi terbitkan ratusan nama itu, sebagian besar dari kita yang telah diminta untuk memasukan data pedagang namanya tidak ada. Kan aneh,” paparnya.
Hal tersebut merupakan suatu kejanggalan bagi pihaknya. Pasalnya, waktu pihaknya diminta memasukan data, telah dijaminkan untuk pedagang yang menempati gedung putih baru adalah mereka yang terdampak revitalisasi.
“Katanya kita yang kena dampak revitalisasi dan yang terdata resmi, akan diprioritaskan masuk dalam Gedung Putih baru, tapi kenyataannya apa. Nama-nama yang ditetapkan tempati lantai I-II sebagian besar orang baru, sementara kita tidak ada,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Provinsi Maluku, Yahya Kotta yang dihubungi media ini melalui WhatsApp, Senin (11/12) kemarin belum merespon.
Untuk diketahui, berdasarkan informasi dari pedagang, pengumuman nama-nama yang akan menempati lantai tiga dan empat Gedung Putih Baru, rencananya akan dilakukan pada 15 Desember 2023.(Nal)
Dapatkan sekarang