Tak Ada Tempat Bagi Penghianat di PDIP
FaizalLestaluhu
07 Jan 2025 14:06 WIT

Tak Ada Tempat Bagi Penghianat di PDIP

==Tak Ada Tempat Bagi Penghianat di PDIP==

Posisi Gerald Mailoa di DPRD dan PDIP Bisa Terancam 

AMBON,AE- Meski kandidat yang diusung menang di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Ambon, namun sejumlah kader PDIP mendesak agar Ketua Moncong Putih di Kota Ambon, Gerald Mailoa harus dicopot.

Gerald yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Ambon, didemo habis-habisan oleh kader “banteng” mulai dari PAC hingga anak ranting, pada penghujung 2024 lalu, atau tepat pada 20 Desember.

Masa aksi saat itu mendatangi kantor DPC dan DPD PDIP Maluku, meminta agar Gerald Mailoa dicopot dari jabatannya, karena dianggap tidak berkontribusi dalam Pemilihan Walikota Ambon.

Para demonstran menilai, dalam momen kampanye jelang Pemilihan Walikota Ambon lalu, Gerald yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Ambon dianggap tidak sepenuhnya bekerja memenangkan pasangan yang diusung PDIP.

Hal ini terlihat dari 107 titik kampanye Pilkada kemarin juga, Gerald hanya hadir saat deklarasi. Setelah itu, tidak pernah muncul. Hal ini membuat kader PDIP kecewa dan mempertanyakan kepedulian Gerald terhadap partai.

Terkait hal itu, Sumber Ambon Ekspres di DPC PDIP Kota Ambon, saat berbincang-bincang, Senin (6/1) kemarin mengatakan, mengenai aspirasi kader ditingkat PAC, ranting hingga anak Ranting, saat ini sedang dibahas di DPD untuk kemudian dilanjutkan ke DPP.

Menurutnya, fenomena semacam ini bukan hal baru yang dihadapi PDIP. Pasalnya, sebagai partai perjuangan yang benar-benar konsisten mengamankan perintah DPP, tidak ada tempat bagi penghianat.

“Kalau tidak ada kontribusi terhadap pasangan yang direkomendasikan dalam Pilkada, itu sama saja dengan melawan perintah partai, dan bisa disebut sebagai penghianat,”ujarnya.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Puteri, lanjutnya, pun sering menegaskan mengenai hal itu baik dalam berbagai sambutan, maupun dalam setiap poin-poin surat rekomendasi yang turun.

“Surat-surat rekomendasi yang ditandatangani Ibu Mega itu sendiri, dalam beberapa poin juga menegaskan, agar semua kader wajib bekerja memenangkan pasangan yang direkomendasikan,”jelasnya.

Namun, lanjutnya, semua keputusan ada di pihak partai dalam hal ini DPC dan DPD PDIP Maluku, untuk membuktikan semua tudingan yang di ungkapkan para kader dalam aksi beberapa waktu lalu.

“Logikanya begini, walaupun kandidat yang diusung menang, namun kalau sebagai pimpinan tidak bekerja sementara semua unsur bekerja total, kan tidak etis namanya. Tapi semua itu nanti tergantung keputusan partai berdasarkan pembuktiannya,”terangnya.

Belajar dari pengalaman- pengalaman sebelumnya, tambah dia, PDIP tidak akan memberikan ruang bagi para penghianat yang tidak patuh terhadap perintah partai, apalagi dalam momen Pilkada.

“Jadi kemungkinan terbaiknya, beliau hanya di copot dari Ketua DPC, tapi kemungkinan terburuk bisa dipecat dari partai dan kalau sudah begitu pasti otomatis langsung di PAW,”ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Ketua DPD PDIP Maluku, Benhur G Watubun, yang coba dikonfirmasi Ambon Ekspres Senin (6/1), terkait tindak lanjut demo kader PDIP Kota Ambon terhadap Gerald Mailoa, belum merespon. (Enal)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai