AMBON, AT.--Pemerintah telah mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada 18 Mei 2022 lalu. Untuk menyukseskan BIAIN, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku didukung United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Marina, Selasa (31/5) itu diikuti 50 peserta dari 11 kabupaten/kota yang terdiri dari sejumlah stakeholder, yakni Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Lembaga Swadaya Masyarakat dan jejaring layanan imunisasi di Maluku.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Hadijah Latuconsina mengatakan, kegiatan BIAN tahap I untuk Maluku, Sumatera, Nusa Tenggara Timur dan Papua dilaksanakan pada Mei. Dinkes tidak bisa berjalan sendiri sehingga perlu kerja sama dengan pemangku kepentinga lainnya.
"Olehnya itu, ada regulasi dari Kemenkes bahwa kami harus nembangun kerja sama dengan stakeholder lain seperti Kementerian Agama, pendidikan, maupun lainnya agar memberikan informasi-informasi akurat tentang pentingnya imunisasi untuk anak,"ujar Hadijah kepada Ambonterkini.id usai kegiatan tersebut.
Lewat rakor tersebut, kata Hadijah, telah disepakati komitmen bersama untuk menyukseskan BIAN. "Setelah ini mereka kembali dan bekerja sama dengan stakeholder di daerah. Juga ada penguatan kepada staker holder,"paparnya.
Selama dua tahun terakhir, beberapa program Dinas Kesehatan termasuk imunsasi terhambat akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini berpengaruh pada pencapaian target imunisasi.
"Target pencapaian kita sebenarnya 95 persen, tapi hanya tercapai 54 persen pada 2021. Untuk antisipasi hal ini dengan kondisi sudah lebih bagus, pemerintah telah mencanagkan bulan imunisasi nasional dengan sasaran untuk anak yang belum imunisasi rutin dalam bulan ini dan target-target lain,"jelasnya.
Ia menambahkan, Maluku juga diberi
kesempatan melaksabakan imunisasi campak rubela. Imunisasi sangat penting bagi anak agar anak terhindar dari berbagai penyakit.
Olehnya itu, dia berharap hasil pertemuan lintas sektor ini sebagaimana arahan dari Kemenkes agar semua stakeholder bekerja sama demi kesehatan anak terjaga lewat
imunisasi rutin.
"Kesehatan itu penting. Saya selalu bilang, kalau ke pasar ikan bisa ditawar dan dibeli, tapi kalau ke apotek obat tidak bisa ditawar,"tandasnya. (tab)
Dapatkan sekarang