Mustari : Sampai Saat Ini Belum Ditemukan
AMBON,AT-Speedboat (perahu cepat) berpenumpang lima warga Seram Bagian Timur (SBT) yang hilang kontak belum ditemukan. Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Ambon dan pihak keluarga masih terus melakukan pencarian.
Gelombang tinggi beserta angin kencang yang melanda perairan Seram Bagian Timur (SBT) mengakibatkan speedboat (perahu cepat) berpenumpang lima orang hilang. Speedboat jenis viber bermesin 40 PK itu bertolak dari Dusun Derak, Desa Amarsekaru, Kecamatan Pulau Gorom ke Desa Effa, Kecamatan Kesui Watubela pada Rabu, (24/5) sekira pukul 10.00 WIT.
Namun hingga pukul 16.00 WIT, longboat tersebut belum juga tiba di tempat tujuan. Padahal perkiraan jarak tempuh perjalanan tidak kurang dari dua jam. Longboat diduga hilang kontak di perairan antara laut Nama, Pulau Gorom dengan selat Igar, Pulau Igar.
Nomor telepon genggam para penumpang tidak aktif. Mengetahui hal itu pihak keluarga kemudian melakukan pencarian ke desa-desa sekitar Pulau Gorom terutama di Desa Sera, dusun Matlen, Inlomin, Wawasa dan Pulau Manawoku secara keseluruhan. Namun pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
Selain di Gorom, pihak keluarga juga mengarahkan armada untuk melakukan pencarian di sekitar Pulau Kesui Watubela, terutama di daratan pulau Igar maupun selat Igar, namun longboat beserta penumpang belum ditemukan.
Hingga Kamis (25/5) sore, masih terus dilakukan pencarian. Sedangkan lima penumpang yang hilang diketahui bernama Abdul Karim Kaliki, Jaramia Rumasukun, keduanya warga Desa Effa, Kesui, Sahrul Rumada dan Abdulrahman Ellagan, warga Desa Otademan, Kesui dan satu penumpang lainnya adalah Ridwan Urat, warga Dusun Sik-Sik, Desa Amarsekaru, Kecamatan Pulau Gorom.
Basarnas Maluku, baru menerima laporan pada Kamis (25/5) sekira pukul 09.17 WIT. Laporan disampaikan Sandri Rumanama.
Kepala Basarnas Ambon, Mustari mengatakan Speedboat itu diduga hilang kontak dan belum tiba ditempat tujuan. Upaya pencarian dari masyarakat sekitar sudah dilakukan namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Pukul 09.30 WIat, satu unit KN SAR Abimanyu diberangkatkan menuju lokasi kejadian guna melaksanakan Operasi SAR,” kata Mustar.
Titik pencarian, kata dia, pada koordinat 4°23.357 S - 131°31.849 E, dengan jarak -+ 198 Nm, heading 101° arah Timur Tenggara dari Kantor SAR Ambon. Tim yang dilibatkan berasal dari Rescuer Basarnas Maluku dan ABK KN SAR Abimanyu.
Paur Humas Kepolisian Resor (Polres) SBT Suwardin Sobo saat dikonfirmasi mengungkapkan, saat ini Polsubsektor Wakate telah menerjunkan sebanyak 18 personil guna melakukan pencarian para korban di sekitar perairan tersebut.
"Personil dari Polsubsektor Wakate yang baru begerak karena yang terdekat. Nanti Polair akan bantu dengan jalur koordinasi dengan wilayah tetangga seperti kota Tual atau Sorong," tandasnya.
Selain itu, kata Sobo, Polsek Geser juga telah melakukan pencarian di pesisir pantai perairan wilayah Kecamatan Seram Timur dan sekitarnya. Dengan enam personil anggota Polsek Geser dan delapan anggota Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai(KPLP) Geser.
"Dalam proses pencarian hari ini belum menemukan tanda-tanda berupa barang bawaan dan muatan dari sasaran,"pungkasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur(SBT) , M. Nasir Rumata saat dikonfirmasi Ambon Ekspres via telepon seluler Kamis (24/5) mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kantor Search And Rescue (SAR) Ambon untuk membantu Tim BPBD SBT melakukan pencarian.
“Saya sudah koordinasi langsung dengan orang SAR di Ambon untuk proses pencarian. Satu unit armada kapal Basarnas menuju ke lokasi. Kebetulan saya juga masih sementara di Ambon, jadi tadi saya langsung ke kantor SAR,” ujar Rumata.
Ia mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan tim untuk diberangkatkan guna membantu pencarian. Tim tersebut bertolak dari Bula menuju Geser, Kecamatan Seram Timur pada Kamis pagi menuju lokasi kejadian dengan armada yang telah disiapkan.
“Tadi saya sudah komunikasi dengan teman-teman di kantor,siang tadi mereka baru tiba di Geser istrahat makan siang. Selanjutnya kalau kondisi cuaca membaik mereka langsung menuju lokasi,”ungkapnya.
Rumata juga mengimbau kepada masyarakat di pesisir maupun yang mendiami daerah daerah pulau-pulau seperti Gorom,Wakate, dan Geser untuk sementara tidak melakukan penyebrangan menggunakan speedboat maupun armada lainnya. Mengingat, cuaca di perarian tersebut masih belum memungkinkan untuk melakukan aktivitas di laut.
"Kepada para nelayan di SBT juga saya himbau agar menahan diri sementara untuk tidak melaut, dan masyrakat di pesisir juga tetap waspada," imbuhnya.(JU)
Dapatkan sekarang