SMK Negeri 6 Ambon Gelar P5
Para siswa SMK N 6 Ambon, bersama membersihkan sampah dilingkungan sekolah dan diluar sekolah, Kamis, (1/2).
Sarman
04 Feb 2024 02:46 WIT

SMK Negeri 6 Ambon Gelar P5

AMBON, AT - Penerapan implementasi kurikulum merdeka pada SMK Negeri 6 Ambon, salah satunya adalah Proyek penguatan profile pelajar Pancasila (P5). P5 ini, dilakukan selama sembilan hari, dimulai tanggal 22 Januari 2024 lalu hingga hari ini, Kamis, 1 Februari. Hal ini dilakukan, untuk membangun karakter siswa sejak dini, dalam menjaga kebersihan lingkungan dan yang paling penting membuang sampah pada tempat yang disediakan.  Tema yang diangkat dalam P5 ini adalah “Gaya hidup berkelanjutan”, dengan sub tema, “Diet sampah plastik”. 
Kepada Ambon Ekspres, Kepala Sekolah SMK N 6 Ambon, Edo Luturmas, mengatakan, kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kreatifitas dan kualitas siswa yang dibalut dalam sebuah program yang dinamakan kurikulum merdeka. Dimana didalamnya, terdapat sebuah program untuk membangun karakter  siswa dalam menjaga lingkungan dan alam sekitar. Program tersebut dinamakan Proyek penguatan profile pelajar Pancasila (P5). 
“Program P5, merupakan suatu program dalam mengasah kemampuan siswa dalam menjaga lingkungan alam sekitar. Sehingga, alam sekitar mereka tidak terkontaminasi dengan sampah yang dibuang oleh orang tidak bertanggung jawab,” katanya saat ditemui diruang kerjanya, Kamis, (1/2). 
Dijelaskan, pelaksanaan ini, melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon, untuk memberikan materi tentang bahayanya sampah plastik. Yang mana, sampah plastik sangat susah diurai oleh alam dalam jangka waktu singkat. Berbeda dengan sampah rumah tangga, yang dapat diurai oleh tanah dalam waktu singkat. 
Menurut DIa, salah satu konsekwensi SMK unggulan adalah harus menerapkan kurikulum merdeka. Dan P5 merupakan salah satu kegiatan yang tidak kalah hebat dengan mengangkat tema-tema tertentu. 
“Di semester ini, kegiatan berlangsung selama sembilan hari. Dengan adanya kegiatan ini, harus disadari bahwa ada sesuatu hal yang harus diwarisi oleh generasi tua ke generasi muda. Yaitu, nilai-nilai Pancasila atau karakter building. Yang mana, harus ditanamkan sungguh-sungguh pada generasi muda. Agar tidak kehilangan identitas,” paparnya. 
Dia menambahkan, kegiatan ini diharapkan berkelanjutan. Dan bukan sebagai ceremonial belaka. Tetapi harus adanya aksi nyata. 
“Hal ini merupakan tantangan dan peluang bagi dunia pendidikan kita. Yang mana, berharap para siswa mempunyai kesadaran yang tinggi dalam menjaga alam sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Wakil kepala sekolah bidang humas dan Kordinator tim, Martina Siahaya, mengatakan, kegiatan ini merupakan jawaban untuk isu global. Yang mana, kian hari pemanasan global semakin meningkat tajam. Yang ikut dalam kegiatan ini, kelas X dan XI. 
“Alasan kenapa kami memilih tema tersebut? Karena pada lingkungan sekitar, banyak terdapat sampah plastik. Sehingga, diperlukan kesadaran diri yang tinggi untuk menjaga lingkungan sekitar kita,” jelasnya. 
Dijelaskan, untuk itu, dalam kegiatan ini, para siswa diharuskan membersihkan lingkungan sekitar sekolah dari sampah plastik. 
“Intinya, kebersihan dimulai dari diri sendiri dulu barulah lingkungan sekitar. Pada kegiatan ini, ada empat tahapan yang harus dijalankan. Tahapan pertama, adalah eksplorasi. Yang mana, dalam tahap ini, kita datangkan dari instansi Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon. Tahap kedua, ideasi. Dalam tahap ini, para siswa harus membuat sebuah ide dari tahap pertama. Sehingga, pengelolaan limbah plastik ini dapat di maksimalkan,” imbuhnya.
Selanjutnya, tahapan ketiga. Pada tahapan ini, pihaknya meminta para siswa untuk menunjukkan ide mereka dalam aksi nyata. Sehingga, lingkungan sekitar dapat kembali asri. 
“Untuk tahapan keempat, tahapan refleksi dan evaluasi. Dimana, para siswa dapat merefleksikan apa yang mereka lakukan. Nah, selama sembilan hari melakukan kegiatan, para siswa dilarang membawa minuman atau makanan dalam wadah plastik. Baik itu minuman maupun makanan. Harus bawa thumbler atau botol air dalam kemasan tahan panas. Sehingga, penggunaan plastik di lingkungan sekolah berkurang. Dan pihak sekolah pun selama kegiatan, menyediakan air minum dalam bentuk galon. Yang bertujuan untuk mempermudah para siswa mengisi ulang air minum mereka pada thumbler yang mereka bawa,” pungkasnya. (LMS)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai