Berbagi Praktik di MTs LKMD Tahalupu
AMBON, AT.--Sekolah Penggerak angkatan II, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 18 Seram Bagian Barat (SBB), Rabu kemarin, (18/1), mengadakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) kepada sekolah imbas yakni MTs LKMD Tahalupu. Kegiatan ini mengangkat tema “Pengenalan Kurikulum Merdeka”.
Workshop diadakan sebagai persiapan dalam menyongsong Kurikulum Merdeka tahun ajaran 2023/2024. Peserta kegiatan ini yakni para guru dan tenaga pendidik dilingkup MTs LKMD Tahalupu. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, dan berakhir Kamis, (19/1).
Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka yang berlangsung di ruangan kelas MTs LKMD Tahalupu ini dibuka Kepala SMAN 18 SBB, Abdulkadir Tomadina, M.Pd.
Dalam sambutannya, Tomadina mengaku, perlu ada kolaborasi sehingga pengembangan mutu pendidikan pada MTs LKMD Tahalupu dapat sejajar dengam SMP/MTs lain yang ada di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Ia juga menghimbau semua guru di MTs LKMD Tahalupu untuk tidak risau dengan perubahan kurikulum. “Kurikulum itu tidak pernah berubah, kurikulum diibaratkan sebagai tubuh manusia yang selalu bertukar pakaian untuk memperindah penampilan, jadi kulitnya saja yang diganti tapi tubuhnya masih tetap sama,” ujarnya.
Sementara Kepala MTs LKMD Tahalupu, Saidin Umasugi, S.PdI mengaku sekolah melakukan penyesuaian dengan Kurikulum Merdeka.
Kegiatan workshop tersebut juga dihadirkan sejumlah pemateri diantaranya, Komite Pembelajaran SMAN 18 SBB, La Alimin Durahim, S.Pd, yang menyampaikan materi pengenalan Implementasi Kurikulum Merdeka. Nurinsani Rolobesi, S.Pd yang penyampaian materi Pembuatan RPP Berdeferensiasi. (AWIN SIBOTO/PRO)
Dapatkan sekarang