MASOHI, AT. – Dorong penurunan angka stunting, Mahasiswa Program Mahasiswa Mengajar (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan peserta studi lapangan PKA Angkatan XIV Tahun 2025 Provinsi Maluku menggelar sosialisasi pencegahan stunting di Negeri Sepa, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah.
Sosialisasi yang dihadiri Camat Amahai, Kepala Pemerintah Negeri Sepa, serta Ketua dan Wakil Ketua Saniri Negeri Sepa, itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan anak sejak dini melalui pola makan bergizi, kebersihan lingkungan, dan perhatian khusus pada kesehatan ibu hamil.
Koordinator Mahasiswa PMM Bakhtiku Negeri 2025, Yusril Lessy mengungkapkan bahwa edukasi stunting harus dilakukan secara berkelanjutan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami dampak jangka panjang stunting terhadap tumbuh kembang anak.
“Stunting adalah masalah nasional yang harus ditangani serius, bukan hanya melalui edukasi, tetapi juga dengan langkah nyata pemerintah,” ujarnya. Minggu (17/8).
Dirinya menjelaskan pihaknya mengapresiasi peserta studi lapangan PKA XIV asal Kabupaten Maluku Barat Daya, yang menurut Yusril, keterlibatan pihaknya memperkaya pengalaman, memperkuat jejaring, dan mendorong kolaborasi lintas daerah untuk mendukung pembangunan.
"Ini sangat baik sekali guna mendorong pengentasan stunting di Maluku Tengah, khusus Negeri Sepa," kata Yusril.
Camat Amahai, Arthur Mairiring dalam sambutannya menegaskan bahwa stunting adalah isu serius yang membutuhkan sinergi semua pihak.
“Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap menjadi langkah awal masyarakat Negeri Sepa untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat di rumah, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan terbebas dari risiko stunting. (Jen).
Dapatkan sekarang