MASOHI, AT. – Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) guna memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah di lapangan, mulai dari aktivitas bongkar muat hingga penataan zona pembuangan.
Dalam peninjauan itu, Wabup menyoroti pentingnya sistem pengelolaan yang lebih terstruktur agar tidak menimbulkan dampak lingkungan di masa mendatang.
“Pengelolaan sampah tidak boleh hanya bersifat sementara atau sekadar memindahkan masalah. Harus ada sistem yang jelas dan berkelanjutan,” tegasnya. Jumat (24/4).
Dalam arahannya, Mario Lawalata menekankan sejumlah langkah strategis yang perlu segera diimplementasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maluku Tengah.
Salah satunya adalah mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Ia menilai, langkah ini sangat penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus memudahkan proses pengolahan lebih lanjut.
Selain itu, Wabup juga menginstruksikan penerapan sistem sanitary landfill, yakni metode pengelolaan sampah dengan cara menimbun sampah dalam lapisan tertentu yang dilengkapi pelindung dan penutup tanah guna meminimalisir pencemaran lingkungan.
“Metode ini penting untuk menekan dampak pencemaran tanah dan udara, sekaligus meningkatkan standar pengelolaan sampah kita,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga meminta DLH untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana pendukung di TPA, agar sirkulasi pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
“Kita ingin pengelolaan sampah di Maluku Tengah tidak sekadar memindahkan masalah, tetapi benar-benar menyelesaikannya melalui pendekatan teknis yang ramah lingkungan dan pengurangan volume melalui pemilahan yang ketat,” ujarnya.
Di akhir kunjungan, Mario berharap DLH dapat segera menindaklanjuti arahan tersebut melalui program-program inovatif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Sidak ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern, efektif, dan berkelanjutan demi menjaga kualitas lingkungan hidup di daerah. (Jen)
Dapatkan sekarang