AMBON,AT.–Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena mengatakan, 17 program prioritas Walikota dan Wakil Wali Kota dalam satu tahun kepemimpinan sudah terealisasi, meski belum maksimal, namun telah menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat hingga penguatan ekonomi, sosial, dan budaya kota.
Menurutnya, 17 program itu merupakan arah pembangunan difokuskan pada pelayanan publik yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kami memastikan pembangunan tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Patut kita syukuri juga bahwa 17/program prioritas Walikota dan Wakil Walikota, sudah terealisasi meski belum maksimal namun sudah dirasakan langsung oleh masyarakat,"kata dia, kepada saat konferensi pers satu tahun memimpin Kota Ambon, wartawan di Balai Kota, Jumat (20/2).
Dikatakan, untuk program prioritas pertama yakni, memberikan akses air bersih dan lingkungan sudah terealisasi dibawa Perumda Terta Yapono.
"Pemkot Ambon melalui Perumda Tirta Yapono dan Dinas PUPR berhasil memperluas layanan air bersih bagi 14.580 pelanggan, merehabilitasi jaringan pipa sepanjang 5.305 meter, serta mengganti pompa di enam titik strategis. Wilayah Lateri, Palugansa, Wainitu, Halong Atas, Batu Gajah, dan Waimahu. Pengembangan jaringan pipa di 9 lokasi dengan panjang 8.736 meter. Perbaikan kebocoran dan pengembangan di 5 lokasi dengan panjang 1.074 meter, interkoneksi pengembangan jaringan di satu titik, dengan panjang 252 meter. Pembangunan instalasi pengolahan air di Batumerah, serta pembangunan sarana dan prasarana air bersih di 16 lokasi yang ada di 5 kecamatan," paparnya.
Di sektor lingkungan, sepanjang 2025 sebanyak 61.913 ton sampah berhasil ditangani. Upaya ini diperkuat dengan pemasangan trash boom, pembangunan 19 TPS higienis, penambahan armada angkut, serta transformasi TPA dari sistem open dumping menuju controlled landfill.
"Sementara rata-rata jumlah sampah yang tertangani dari Februari 2025 hingga Februari 2026, 176,43 ton perhari. Memang penanganan sampah ini butuh kerja ekstra karena minim kesadaran masyarakat juga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Faktanya masih ada yang melanggar waktu buang sampah, dan sampah dibuang tidak pada tempatnya," ujarnya.
Kemudian, infrastruktur, transportasi, dan permukiman, Pemerintah kota juga melakukan pemeliharaan lampu lalu lintas di 12 ruas utama, penataan terminal Mardika, serta rekayasa lalu lintas rutin guna menekan kemacetan, penyediaan tempat parkir dengan kapasitas 600 kendaraan di eks parang Apung, serta penetapan 30 ruas parkir sesuai Surat Keputusan Walikota nomor 6397 tahun 2025, yang kini dipercayakan oleh CV Afif Mandiri, sebagai mitra Pemkot Ambon. Selanjutnya, pembangunan dan peningkatan jalan dilaksanakan di sejumlah kawasan seperti Rutong, Passo, Larie, Batumerah (lorong amalatu dan batu tagepe).
"Pembangunan jalan masuk parkiran pasar Mardika, pemeliharaan berkala ruas jalan Hative Kecil, Karang Panjang, Tawiri, Passo dan jalan Philip Latumahina dan pengadaan maupun pemasangan lampu jalan lingkungan di 29 titik," ujarnya.
Tak hanya itu, 37 rumah tidak layak huni berhasil diperbaiki, dan 300 rumah tidak layak huni, telah melewati verifikasi untuk diperbaiki, dan pembangunan baru 30 unit rumah layak huni di 12 lokasi yang ada di Kota Ambon. Pasar rakyat dibangun, serta fasilitas publik ramah disabilitas direhabilitasi sebagai wujud pembangunan berkeadilan.
"Untuk program penyediaan lapangan kerja melalui investasi, pengembangan UMKM, bantuan modal usaha, serta kemudahan akses lapangan kerja.
" 715 UMKM mendapat pengembangan usaha, 40 koperasi tersertifikasi, 50 Koperasi Merah Putih kini memiliki legalitas, 23 juga sudah miliki lahan usaha. Pengadaan 200 etalase UMKM. Pelayanan 2.258 orang pencari kerja. Dan mediasi sengketa hubungan kerja 75 kasus,"terangnya.
Sedangkan untuk pelayanan perizinan juga mencatat lonjakan, dengan 11.417 izin terbit dan 8.287 NIB. Realisasi investasi Kota Ambon menembus Rp 269,14 miliar.
"Kami juga turut memperkuat komitmen bebas pungli dan menyiapkan Mall Pelayanan Publik untuk meningkatkan kualitas layanan," ujarnya.
Untuk Kota Musik Dunia dan Pariwisata, kata dia, identitas Ambon sebagai City of Music UNESCO semakin kokoh melalui penyelenggaraan berbagai festival musik berskala nasional dan internasional, termasuk Ambon International Music Festival (AIMF) 2025, yang mengantarkan Ambon meraih predikat Excellent.
"Sektor pariwisata pun terus bertumbuh. Jumlah wisatawan meningkat, sementara penetapan Mama-mama Papalele sebagai Warisan Budaya Tak Benda menjadi sorotan nasional," kata dia.
Sementara untuk, sektor pendidikan, sebanyak 46.909 siswa menerima program Makan Bergizi Gratis. 66 sekolah telah menerima Bantuan Operasional Sekolah kinerja, 119 SD dan 32 SMP tekah menggunakan kurikulum musik.
"Pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, laboraturium sebanyak 22 unit di 8 sekolah. Pemberian kartu Ambon pintar untuk 752 siswa,"urainya
Sementara untuk, kesehatan dan sosial, Cakupan Universal Health Coverage (UHC) mencapai 98,65 persen, sementara angka stunting turun menjadi 282 kasus, terendah sejak 2021.
" 22 Puskesmas telah menjadi BLUD. Capaian temuan TBC 126,7 persen, dan pelayanan diabetes 205,3 persen. 267 anak menerima bantuan gerakan orang tua asuh stanting. Program pengentasan kemiskinan dijalankan melalui bantuan sosial, pasar murah, hingga bantuan alat usaha perikanan bagi kelompok rentan,"tuturnya.
Selain itu, untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), realisasi ditahun 2025 sebesar, Rp 224.206.704.201.12. Ditahun 2026 ini baru mencapai Rp 16.637.995.274.23.
"Upaya peningkatan PAD melalui pemasangan 370 meter air tanah pada wajib pajak, pelaksanaan pemungutan PBB, penagihan sabtu pada desa, negeri dan kelurahan, pekan penagihan piutang PBB, pemasangan 250 alat perekam transaksi pajak online pada hotel, restoran dan tempat hiburan lainnya. Kemudian sejumlah kegiatan lainnya dalam rangka peningkatan PAD,"tuturnya.
Sedangkan, untuk tata kelola dan partisipasi publik, kata dia, Indeks Pencegahan Korupsi Daerah Kota Ambon mencapai 86,22, seiring penguatan reformasi birokrasi dan kolaborasi dengan aparat penegak hukum. Program Wali Kota Jumpa Rakyat (WAJAR) digelar 24 kali, dimana terdapat 926 laporan. menyerap ratusan aspirasi warga melalui SP4N Lapor dan kanal layanan publik terpadu. 106 kerjarsama dengan media massa di Kota Ambon.
Pemkot juga meluncurkan layanan Ambon Smart City, termasuk Call Center 112, statistik sektoral digital, serta uji publik Ranperda Smart City.
Pemuda, Keagamaan, dan Sosial Kemasyarakatan. Peran pemuda diperkuat lewat pelatihan wirausaha, ekonomi kreatif, dan Ambon Creative Preneur. "Sebanyak 869 tuagama dan penjaga rumah ibadah menerima insentif, disertai safari Ramadan dan Natal. Selain itu, 26 ormas ditetapkan tertib administrasi, dan Forum Anak Kota Ambon meraih DAFA Award," pungkasnya. (Ars)
Dapatkan sekarang