Seruan Damai dari Bumi Fuka Bupolo untuk Maluku
Pemerintah Kabupaten Buru Selatan bersama Forkopimda setempat melakukan penandatangan deklarasi sekaligus Seruan Damai dari Buri Selatan untuk Maluku. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (5/4) itu untuk mengantisipasi konflik dimasyarakat pasca kejadian di Kabupaten Maluku Tengah beberapa waktu lalu.--Edy/AT.
FaizalLestaluhu
08 Apr 2025 10:28 WIT

Seruan Damai dari Bumi Fuka Bupolo untuk Maluku

NAMROLE,AT-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru Selatan (Bursel) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), tokoh agama dan tokoh masyarakat, Sabtu, 5 April 2025, mengadakan kegiatan  seruan deklarasi damai dari Bursel untuk Maluku.  Kegiatan yang , yang dipusatkan di Tugu Kai Wait, Namrole  dihadiri langsung Bupati  La Hamidi, Wakil Bupati Gerson Elieser Selsily, Kapolres AKBP Andi Parningotan Lorena.

Deklarasi damai dibacakan secara bergantian  yang dimulai  Bupati La Hamidi,  Wakil Bupati Gerson Elieser Selsily, Kapolres AKBP Andi Parningotan Lorena, Ketua DPRD  Ahmad Umasangadji, dan Komandan Rayon Militer (Koramil) 1506/02 Leksula Kapten Abas Siolon kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi damai.

Bupati Bursel La Hamidi  mengatakan,  seruan deklarasi damai ini merupakan aksi nyata menindaklanjuti   rapat bersama Forkopimda, Jumat, 4 April 2025 kemarin. Rapat dilakukan  sebagai bentuk kesigapan Pemkab Bursel, menyikapi potensi merebaknya konflik dengan beredarnya isu-isu paska konflik yang terjadi di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) beberapa waktu lalu. 

Apalagi, upaya pencegahan merebaknya konflik merupakan tanggung jawab Pemkab dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban  masyarakat (kamtibmas), baik di Kabupaten Bursel dan Provinsi Maluku. 

"Melihat perkembangan situasi di Kabupaten Malteng ada sebuah kekhawatiran.  Untuk itu kami menyampaikan pesan kepada masyarakat Maluku secara umum dan Buru Selatan secara khusus, mari kita berdamai dan jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu provokatif yang dapat menghancurkan persatuan pela dan gandong yang selama ini terpelihara dengan baik di Maluku," ingatnya. 

Orang nomor satu di Buru Selatan ini mengajak warga Bursel untuk menjaga kedamaian di Kabupaten Bursel yang kita cintai.

"Kita semua memiliki tugas yang sama untuk menjaga kedamaian lebih khusus di Bursel dan Maluku pada umumnya,"ingatnya . 

"Kami bersama masyarakat bertekad untuk menjaga kondusivitas dan situasi keamanan di Bumi Fuka Bupolo (julukan Bursel)  agar tetap terjaga tanpa ada gangguan apapun ," tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Elieser Selsily. Selsily yang juga orang nomor dua di kabupaten dengan julukan Lolik Lalen Fedak Fena ini meminta masyarakat Bursel  tindakan-tindakan anarkis yang dapat menyebabkan kerugian dan perpecahan di tengah masyarakat Bursel.

"Untuk seluruh masyarakat Buru Selatan saya minta untuk tidak melakukan tindakan- tindakan anarkis yang dapat memecah persatuan dan kesatuan ditengah- tengah masyarakat," ingatnya.

Kapolres Bursel  AKBP Andy Parningotan  mengajak warga untuk menggunakan media sosial dengan bijak. 

"Sama-sama kita antisipasi adanya aksi provokasi melalui medsos, yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,"ingatnya. 

Bila ada hal yang terjadi ditengah- tengah masyarakat, perwira dengan dua melati di pundak ini meminta untuk segara dilaporkan kepada aparat keamanan.

"Saya minta masyarakat untuk tidak main hakim sendiri bila ada kejadian atau peristiwa, tetapi harus dilaporkan kepada aparat kepolisian sehingga bila dilakukan penanganan secepatnya," pungkasnya. 

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Buru Selatan, Ahmad Umasangadji menyerukan agar warga  masyarakat Bursel untuk mendukung TNI/Polri dalam upaya penegakan hukum.

"Kita semua harus mendukung sepenuhnya langkah- langkah yang diambil oleh TNI/ Polri dalam upaya penegakan hukum. Ini penting sehingga masyarakat tidak melakukan tindakan- tindakan diluar aturan hukum yang berlaku," kuncinya. (Edy) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai