NAMROLE,AT-Sebagai bentuk kepedulian terhadap penderitaan masyarakat yang ada di Kecamatan Fena Fafan, Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Elieser Selsily melakukan kunjungan kerja di kecamatan tersebut. Kehadiran Selsily bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Asisten I Setda Bursel, Bagian Pemerintahan, dan Dinas Dinas Perdagangan, untuk melihat dari dekat ambruknya jembatan Waemala yang ada di Desa Waekatin serta jembatan yang menghubungkan Desa Nusarua dan Desa Waeeken yang juga rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Ambruknya jembatan di sungai Waemala akibat cuaca ekstrim beberapa waktu lalu, secara tidak langsung memutus akses transportasi masyarakat yang ada di lima desa yakni Waeraman, Waelouw, Trukat, Batu Karang, dan Siwatlahin. Sementara Jembatan yang ada diantara Desa Nusarua dan Waeken merupakan satu-satunya jembatan yang menghubungkan desa Tifu kecamatan Leksula dan semua desa yang ada di Kecamatan Fena Fafan. Jembatan ini rusak akibat kebakaran hutan dan menghanguskan jembatan jembatan yang terbuat dari kayu itu.
Sesily kepada media ini membenarkan adanya kunjungan tersebut.
“Memang benar, kemarin saya bersama sejumlah pimpinan OPD melakukan kunjungan kerja di kecamatan Fena Fafan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di kecamatan tersebut. Kunjungan ini juga untuk melihat dari dekat dua jembatan yang rusak dan berdampak terhadap arus transportasi masyarakat di kecamatan termuda dalam wilayah kabupaten Buru selatan tersebut,” ungkapnya.
Mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Buru Selatan ini mengatakan, terkait dengan kondisi dua jembatan yang rusak termasuk akses jalan, pemerintah daerah kabupaten Buru selatan tidak bisa melakukan intervensi untuk memperbaiki. Hal ini dikarenakan, jalan dan jembatan tersebut dibangun oleh perusahaan yang melakukan pengelolaan hasil hutan kayu di wilayah Kecamatan Fena-Fafan.
“Kalau untuk intervensi kita tidak mungkin lakukan intervensi. Karena jalan dan jembatan yang rusak tidak dikerjakan oleh pemerintah kabupaten Buru Selatan, tetapi oleh perusahaan. Kalau kita paksakan maka akan menjadi temuan, dan itu berdampak terhadap masalah hukum,” ungkapnya.
Disatu sisi, sebut Selsily, harus ada langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah. Karena dua jembatan yang rusak, baik itu jembatan Waemala maupun jembatan yang ada diantara Desa Nusarua dan Waeken merupakan jalur yang menhubungkan desa Tifu dan seluruh desa di kecamatan Fena Fafan.
“Kalau kita tidak ambil langka, maka akan berdampak pada terhambatnya distribusi kebutuhan pokok masyarakat dan juga berimbas pada kenaikan inflasi,” sebutnya.
Selsily yang juga ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Buru Selatan ini mengaku, akan membangun koordinasi dengan pihak perusahan kayu, guna melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki kerusakan dua jembatan tersebut.
“Setelah kunjungan ini,kita akan rapat internal pemerintah daerah. Kita akan bangun koordinasi dengan pihak perusahaan untuk melakukan penanganan terhadap dua jembatan itu,” jelasnya.
Jembatan di sungai Waemala sebut Selssily, ambruk diterjang air sungai saat cuaca ektrim karena dibangun dengan kayu log dan sudah termakan usia.
“Karena sudah dibangun puluhan tahun dengan kontruksi kayu log sehingga termakan usia dan lapuk sehingga ambruk diterjang air sungai. Sementara jembatan di antara desa Trukat dan desa Waeken rusak akibat terjadi kebakaran hutan dan menghanguskan jembatan tersebut,” pungkasnya.
Camat Fena Fafan Ishak Solisa juga membenarkan kunjungan Wabup ke Kecamatan Fena Fafan.
“Memang benar Pa Wabup melakukan kunjungan kerja Rabu (19/3) untuk melihat masyarakat sekaligus melihat jembatan Waimala dan jembatan di antara desa Nusarua dan desa Waeken,” beber dia.
Souisa mengatakan, masyarakat di Kecamatan Fena Fafan sangat berharap ada langkah-langkah yang diambil untuk memperbaiki dua jembatan tersebut. Karena jembatan tersebut berada di ruas jalan yang menghubungkan desa-desa dalam wilayah kecamatan Fena Fafan.
“Saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat Kecamatan Fena Fafan , hampir semua desa mengusulkan agar ada langkah penanganan terhadap kerusakan dua jembatan tersebut. Ini dilakukan agar akses transportasi masyarakat yang saat ini terputus kedepan bisa lancar dan normal kembali ,” pungkasnya.(Edy)
Dapatkan sekarang