Selsily Tinjau Jembatan Ambruk di Fena Fafan 
Wabup Bursel, Gerson Selsily saat meninjau jembatan yang ambruk di Kecamatan Fena Fafan. --Edy/AT.
FaizalLestaluhu
21 Mar 2024 15:10 WIT

Selsily Tinjau Jembatan Ambruk di Fena Fafan 

 NAMROLE,AT-Sebagai bentuk kepedulian terhadap penderitaan masyarakat yang ada di Kecamatan Fena Fafan, Wakil Bupati  Buru Selatan Gerson Elieser Selsily melakukan kunjungan kerja di kecamatan tersebut. Kehadiran Selsily bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD), Asisten I Setda Bursel, Bagian Pemerintahan,  dan Dinas Dinas Perdagangan,  untuk melihat dari dekat ambruknya jembatan Waemala yang ada di Desa Waekatin serta jembatan yang menghubungkan Desa Nusarua dan Desa Waeeken  yang juga rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.  

Ambruknya jembatan di sungai Waemala akibat cuaca ekstrim beberapa waktu lalu,  secara tidak langsung  memutus akses transportasi masyarakat  yang ada di lima desa  yakni Waeraman, Waelouw, Trukat, Batu Karang, dan  Siwatlahin. Sementara Jembatan yang ada diantara Desa Nusarua dan Waeken merupakan satu-satunya jembatan yang menghubungkan desa Tifu kecamatan Leksula  dan  semua desa yang ada di Kecamatan Fena Fafan. Jembatan ini rusak akibat kebakaran hutan  dan menghanguskan jembatan jembatan yang terbuat dari kayu itu. 
  
Sesily kepada media ini membenarkan adanya kunjungan tersebut.

“Memang benar, kemarin saya bersama sejumlah pimpinan OPD melakukan kunjungan kerja  di kecamatan Fena Fafan  untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di  kecamatan tersebut. Kunjungan ini juga   untuk melihat dari dekat  dua jembatan yang rusak dan berdampak terhadap arus transportasi masyarakat di kecamatan termuda dalam wilayah kabupaten Buru selatan tersebut,” ungkapnya.    

Mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Buru Selatan ini mengatakan,  terkait dengan kondisi dua jembatan yang rusak termasuk akses  jalan, pemerintah daerah kabupaten Buru selatan tidak bisa melakukan intervensi untuk memperbaiki. Hal ini dikarenakan, jalan dan jembatan tersebut dibangun oleh perusahaan yang melakukan pengelolaan hasil hutan kayu di wilayah Kecamatan Fena-Fafan.

“Kalau  untuk intervensi kita tidak mungkin lakukan intervensi. Karena jalan dan jembatan  yang rusak     tidak dikerjakan oleh  pemerintah  kabupaten Buru Selatan, tetapi oleh perusahaan. Kalau kita paksakan  maka  akan menjadi temuan, dan itu  berdampak terhadap masalah hukum,” ungkapnya.

Disatu sisi, sebut Selsily, harus ada langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah. Karena dua jembatan yang rusak, baik  itu jembatan Waemala maupun jembatan yang ada diantara Desa Nusarua dan Waeken merupakan jalur yang menhubungkan desa Tifu dan  seluruh desa di kecamatan Fena Fafan.

“Kalau kita tidak ambil langka, maka akan berdampak pada terhambatnya distribusi kebutuhan pokok masyarakat dan juga berimbas pada kenaikan inflasi,” sebutnya.

Selsily yang juga ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Buru Selatan ini mengaku, akan membangun  koordinasi dengan pihak perusahan kayu, guna melakukan langkah-langkah  untuk memperbaiki kerusakan dua jembatan tersebut.

“Setelah kunjungan ini,kita akan rapat internal pemerintah daerah. Kita akan bangun koordinasi dengan pihak perusahaan untuk melakukan penanganan terhadap dua jembatan itu,” jelasnya. 

Jembatan di  sungai Waemala sebut Selssily, ambruk diterjang air sungai saat cuaca ektrim karena  dibangun dengan kayu log dan sudah  termakan usia.

“Karena sudah dibangun puluhan tahun dengan kontruksi kayu log  sehingga termakan usia dan lapuk  sehingga ambruk diterjang air sungai. Sementara jembatan di antara  desa Trukat dan desa Waeken rusak akibat  terjadi kebakaran  hutan dan menghanguskan jembatan tersebut,” pungkasnya. 

Camat Fena Fafan  Ishak Solisa  juga membenarkan kunjungan Wabup ke  Kecamatan Fena Fafan.

“Memang benar Pa Wabup  melakukan kunjungan kerja Rabu (19/3) untuk melihat masyarakat sekaligus melihat jembatan Waimala dan jembatan di antara desa Nusarua dan desa Waeken,” beber dia. 

Souisa mengatakan, masyarakat di Kecamatan Fena Fafan sangat berharap ada langkah-langkah yang diambil untuk memperbaiki dua jembatan tersebut. Karena   jembatan tersebut  berada di ruas jalan yang menghubungkan desa-desa dalam wilayah kecamatan Fena Fafan.

“Saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat Kecamatan Fena Fafan , hampir semua desa mengusulkan agar ada langkah penanganan terhadap kerusakan dua jembatan tersebut. Ini dilakukan agar akses transportasi masyarakat yang saat ini terputus kedepan bisa lancar dan normal kembali ,” pungkasnya.(Edy)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai