SDM Nakes RSUD dr Salim Alkatiri Terbatas, Ini Respon Mukadar
RSUD dr Salim Alkatiri di Kota Namrole ibukota Kabupaten Buru Selatan dalam proses pembangunan.--Edy/AT.
FaizalLestaluhu
13 Jul 2026 14:05 WIT

SDM Nakes RSUD dr Salim Alkatiri Terbatas, Ini Respon Mukadar

NAMROLE,AT-Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) dr Salim Alkatiri Kabupaten Buru Selatan, Hamid Mukadar menegaskan, masalah Sumber Daya Manusia (SDM) sangat  berperan penting guna menunjang operasional rumah sakit Tipe C yang saat ini dalam proses pembangunan.

Olehnya itu, pihaknya sangat membutuhkan tenaga kesehatan yang memiliki  SDM yang handal dan berkualitas   guna  mendukung operasional rumah sakit  yang baru ketika sudah  beroperasi atau difungsikan. Demikian hal ini di sampaikan Mukadar kepada media ini di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin. 

Mukadar enjelaskan, saat ini ada dua orang Nakes dari RSUD dr Salim Alkatiri yang tengah mengikuti pelatihan lewat program pendampingan  dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

"Kalau untuk peningkatan SDM mestinya harus lebih dari dua orang, karena ini berkaitan langsung dengan operasional rumah sakit. Tetapi apa yang harus kita lakukan, anggaran kita sangat terbatas, sehingga hanya dua orang  yang dikirim untuk mengikuti pelatihan," katanya menjelaskan.

Ditanya apakah jumlah Nakes yang ada saat ini dirasa cukup untuk mendukung operasional RSUD dr Salim Alkatiri? Mukadar berujar, untuk jumlah  Nakes saat ini sudah mencukupi.

"Untuk Nakes dari segi kuantitas (jumlah) saya kira sudah sangat mencukupi. Namun dari sisi SDM ini yang sangat di perlukan, karena berkaitan langsung dengan operasional berbagai peralatan medis (Alkes) yang nantinya di operasikan di RSUD dr Salim Alkatiri Tipe C yang baru," ujarnya. 

Terkait dengan proses pembangunan, dia mengaku, sesuai dengan progres di lapangan,  pembangunan fisik saat ini sudah  mencapai 8 persen. Karena sesuai dengan perencanaan yang ada ditargetkan paling lambat akhir Desember 2026 sudah rampung di kerjakan.

"Kalau kondisi cuaca mendukung maka untuk fisiknya itu paling lambat akhir Desember 2026 sudah selesai penyerahan tahap awal," ungkapnya.

Pasalnya lanjut dia, ada bagian- bagian ruangan yang belum bisa diselesaikan secara keseluruhan karena harus menyesuaikan dengan peralatan kesehatan  (Alkes) yang nantinya di tempatkan pada ruangan.

"Kan kita harus sesuaikan dengan Alkes yang nantinya di tempatkan di ruangan. Tidak mungkin kita selesaikan secara menyeluruh l. Karena ketika Alkes mau ditempatkan maka harus di bongkar lagi," tutupnya. ( Edy)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai