AMBON, AT-Perempuan dan keluarga adalah kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Partisipasi perempuan telah diidentifikasi sebagai salah satu cara efektif untuk memotivasi dan memobilisasi masyarakat untuk mengurangi dampak negatif dari kondisi krisis di tengah Masyarakat. Hal ini disampaikan Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. M. J. Saptenno, SH.,M.Hum dalam sambutannya saat membuka Workshop Tentang Perempuan yang dibacakan Kaprodi Manajemen Hutan Pascasarjana Universitas Pattimura, Dr. Ir. Forest Papilaya, M. Sc.
Menurut Sapteno, peran seorang perempuan luar biasa, walaupun dibilang bahwa orang perempuan ini lemah dengan banyak hal, tapi kondisi membuktikan tidak seperti yang di maksud.
"Hari ini adalah hari yang berbahagia ada wanita-wanita hebat yang berkumpul disini untuk mendiskusikan hal -hal besar yang akan terjadi dibangsa ini khusunya di Maluku, " ungkapnya.
Dikatakan, karena dimulai dari perempuan-perempuan yang luar biasa yang hadir di tempat ini, baik yang memberi pengetahuannya pengalamannya maupun dari yang menjadi peserta yang akan menjadi motivator memberikan tutor kepada generasi muda.
"Dalam banyak kasus kita bisa melihat bahwa justeru forum perempuanlah yang tampil lebih depan menyelesaikan persoalan yang terjadi. Kalau dalam keluarga, peran perempuan sangat penting," jelas dia.
"Semoga dari diskusi ini bisa menghasilkan hal yang bermanfaat bagi pengembangan kehidupan keluarga khususnya kaum perempuan," pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Kaporodi Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Banda Aceh, Magister Ilmu Kebencanaan, Dr Rina Suryani Oktari, S.Kep mengatakan, kegiatan ini adalah bagian dari penilitian kerja sama dalam negeri yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Teknologi dengan mengambil tema 'Perempuan dan Fungsi Keluarga Dalam Membangun Ketahanan Masyarakat Pada 3 Fase Krisis'.
Dijelaskan, penelitian ini memang skemanya pemilihan kerja sama dalam negeri, sehingga Universitas Syiah Kuala bekerja sama dengan Universitas Pattimura serta kerjasama juga dengan CSEAS Kyoto University.
"Sebenarnya latar belakang penelitian ini adalah kita saling memberikan inspirasi bagaimana ketahanan keluarga dalam hadapi fase krisis. Kenapa harus Kota Ambon? karena sejak tahun 2018 pertama kali saya menginjakan kaki di kota ini untuk lakukan penilitian waktu itu, penelitian tentang ketahanan masyarakat pesisir juga tapi lebih dari pada bahaya kenaikan muka air laut kemudian juga berkontribusi kepada tsunami, " ungkapnya.
Rina menjelaskan, tujuan dari penelitian ini menggali apa saja peran perempuan selama ini karena memang sering sekali perempuan itu dianggap sebagai kelompok yang rentan, lemah, padahal banyak sekali kontribusi-kontribusi yang luar biasa.
"Kita dengarkan hari ini oleh para narasumber. Kerja-kerja cerdas, ikhlas aktifis permpuan ini untuk membangun ketahanan masyarakat dalam melewati 3 fase krisis ini," ujar Rina.
Sebelumnya, imbuh Rina, Workshop seperti ini sudah kami lakukan di Kota Banda Aceh dan kita juga mengundang aktivis perempuan yang banyak.
"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan hari ini bisa membuat perempuan semakin berkontribusi dan mungkin dari stakeholder terkait dapat mendukung peran dari aktivitas perempuan," harap Rina menutup pembicaraan.
Workshop yang berpusat di Ruang Auditorium Pascasarjana Universitas Pattimura (Unpatti), Kota Ambon, Sabtu (23/9), dihadiri Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen Hutan Pascasarjana Universitas Pattimura yaitu Dr. Ir. Forest Papilaya, M. Sc. Kaprodi Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Banda Aceh, Magister Ilmu Kebencanaan, Dr Rina Suryani Oktari, S.Kep serta aktivitas perempuan yang ada di kota ini. (HP)
Dapatkan sekarang