AMBON,AT-Tak sampai dua pekan lagi, Bodewin Melkias Wattimena akan mengakhiri tugasnya sebagai Penjabat Wali Kota Ambon, yang kedua kalinya. Namun sebelumnya meninggalkan jabatan tersebut, ia harus menyampaikan laporan kinerja dalam setahun terakhir, terutama bulan Maret, April dan Mei, kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Evaluasi laporan pertangungjawaban tersebut dilakukan pada lantai VIII, Gedung Irjen Kemendagri, Jakarta, Rabu (8/5) lalu.
Dalam penyampaiannya, Wattimena menjelaskan, lima program yang sementara berjalan dengan tingkat keberhasilannya masa kerja triwulan satu itu, diantara permasalahan stunting, pengangguran, kemiskinan ekstrim, dan pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Terkait dengan pengangguran dapat kami laporkan bahwa untuk tahun 2023 sesuai dengan rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran Kota Ambon mengalami penurunan dari sebelumnya 27.531 di tahun 2022 menjadi 21.185 orang tahun 2023. Sedangkan untuk tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari 11,67 persen (2022)-11,65 persen (2023)," jelasnya.
Menurutnya, kemudian terkait dengan upayanya dalam menyelesaikan kemiskinan ekstrim di Kota juga cukup signifikan.
"Kemiskinan ini dimana Pemkot berhasil untuk menahan atau mempertahankan kemiskinan ekstrim di angka nol persen dalam perhitungan dua tahun terakhir yakni periode, 2022 hingga 2023," terangnya.
Selain itu, Wattimena juga mempresentasikan penyerapan anggaran PAD pada triwulan satu Tahun 2024 sampai dengan Bulan April kemarin, Pemkot belum mencapai target sebagaimana yang ditetapkan 25 persen.
“Sampai dengan akhir bulan April kemarin baru mencapai 23,76 persen kemudian realisasi belanja di Triwulan 1 tahun 2024 di angka 15,71 persen dan sampai dengan April kemarin kami baru di angka 24,15 persen,” tandasnya.
Dirinya menegaskan Pemkot terus berupaya agar mencukupi sesuai dengan target yang ditetapkan.
“Hingga saat ini kami terus berupaya untuk optimalisasi PAD,” pungkasnya. (Ars)
Dapatkan sekarang