MASOHI, AT- Melalui pengantar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ), angka kemiskinan di Maluku Tengah turun 2.38 persen. Hal itu diungkapkan Sekertaris Daerah (Sekda) Maluku Tengah, Rakib Sahubawa.
Menurutnya, angka kemiskinan di Kabupaten Maluku Tengah alami penurunan.
"Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dapat menurunkan tingkat kemiskinan di Kabupaten Maluku Tengah sebesar 2,38 persen," ujar Sahubawa di rapat paripurna LKPJ yang digelar DPRD Maluku Tengah di Masohi, kemarin.
Penurunan angka kemiskinan dua persen, kata Sekda merupakan angka kemiskinan Tahun 2022.
"Angka kemiskinan turun dari yang sebesar 19,84 persen pada tahun 2021 menjadi 17.48 persen pada tahun 2022," jelasnya.
Tak hanya angka kemiskinan yang menurun, lanjut Sekda, yang membacakan Nota pengantar LKPJ Pj Bupati Maluku Tengah Muhamat Marasabessy juga menyebutkan
bahwa kabupaten yang bertajuk Pamahanu Nusa itu, mengalami pertumbuhan ekonomi 5.19 persen di tahun 2022.
Dikatakan, tidak dapat dipungkiri, bahwa dampak pandemi Covid-19 telah menyebabkan terjadinya resesi ekonomi di tingkat nasional dan daerah, namun melalui program pemulihan ekonomi yang dilakukan, pertumbuhan ekonomi kembali menunjukan pertumbuhan positif.
"Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maluku Tengah yang meningkat menjadi 5,19 persen pada tahun 2022 jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang hanya tumbuh sebesar 3,22 persen," ujarnya.
Sebelumnya, Sekda dalam LKPJ juga menjelaskan bahwa pada tahun 2022, pemerintah setempat telah membuat enam prioritas kebijakan pembangunan.
Pertama, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Keluarga Sejahtera, kedua, Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas, ketiga, Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Kawasan.
Keempat, Peningkatan tata kelola pemerintah daerah yang baik dan bersih, kelima, Meningkatkan keamanan, ketertiban dan penguatan nilai-nilai seni budaya dalam kehidupan orang basudara, dan keenam, Pemberdayaan perempuan, pemuda dan olahraga. (DW).
Dapatkan sekarang