AMBON,AT-Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah bersama tokoh pemuda, tokoh agama dan para raja di Kecamatan Pulau Haruku, melaksanakan deklarasi bersama Malteng (Pulau Haruku) bebas konflik. Di mana kegiatan tersebut ditujukan agar tidak ada lagi konflik sosial di masyarakat Malteng.
"Saya bersyukur karena deklarasi di Pulau Haruku ini diikuti oleh para raja, tokoh agama, elemen pemuda serta komponen masyarakat lainnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seantero Kecamatan Pulau Haruku, " ungkapnya.
Sebagai upaya perdamaian, kata Sahubawa, ia meminta pemerintah negeri, hingga seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, demi menjamin Pulau Haruku bebas konflik.
"Deklarasi Kecamatan Pulau Haruku damai, bebas konflik, tidak bisa lahir tanpa bangunan hidup bersama yang harmonis," tutur Sahubawa.
Pasalnya, ucap Sahubawa, sejumlah stakeholder seperti para raja, tokoh agama, tokoh pemuda serta elemen masyarakat lainnya agar terus merawat kehidupan yang harmonis di wilayah itu.
"Mari kampanyekan hidup damai dalam bingkai dan semangat hidup orang basudara di Malteng, terlebih di Pulau Haruku, " ucapnya.
Dikatakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Pulau Haruku mutlak dilandasi dengan semangat persaudaraan dan rasa saling melengkapi satu dengan lainnya.
"Teruslah merawat dan menciptakan kondisi yg harmonis di wilayah ini, " katanya.
Orang nomor satu Malteng itu mengungkapkan, Pemkab akan terus berupaya menangani masalah kemiskinan melalui intervensi program ke kaum duafa anak yatim piatu, anak yatim, anak piatu org tua lansia 70 tahun.
"Kita akan intervensi dengan sedikit bantuan kepada meraka dalam melaksanakan studi," jelasnya.
Menyinggung soal Stunting, Sahubawa menegaskan, program gema stunting, potong pele stunting hingga pemulihan gizi kepada balita akan terus ditingkatkan.
"Kita akan membantu orang meninggal, layanan gratis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ke rumah duka, Insya Allah kita akan memfasilitasi hal-hal seperti demikian untuk masyarakat kita di Maluku Tengah," ucapnya.
Diakhir pembicaraan, Sahubawa berjanji, akan memfasilitasi bantuan ke masjid dan gereja. Bahkan, akan menyiapkan insentif untuk penjaga masjid dan gereja.
"Pelayanan kesehatan hingga peningkatan insentif untuk para raja, saniri dan staf pemerintah negeri akan tetap diperhatikan," kunci Sahubawa. (DW).
Dapatkan sekarang