NAMROLE,AT-Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa menyerahkan Sertifikat Program Kampung Iklim (Proklim) di Desa Masnana, Kecamatan Namrole. Penyerahan Sertifikat Proklim itu dipusatkan di Kantor Desa Masnana, kemarin.
Soulisa dalam sambutannya saat penyerahan sertifikat tersebut mengatakan, program kampung iklim (Proklim) dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pengendalia (KLHK) tahun 2012. Dan terus diperkuat sebagai program strategi pengendalian perubahan iklim.
“Proklim merupakan program nasional yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk meningkatkan keterlibatan semua pihak dalam penguatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi sehingga dapat mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) nasional dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim,” ungkapnya.
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kata Soulisa menargetkan, program kampung iklim berjumlah 20.000 lokasi kampung iklim. Ada beberapa contoh langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yaitu, aksi perubahan iklim dalam mengatasi banjir yaitu dengan meninggikan struktur dengan rumah menampung air hujan, melakukan reboisasi membuat bio pori membuat tanggul dan sumur resapan.
Aksi adaptasi perubahan iklim dalam peningkatan ketahanan pangan , yaitu dengan memanafaatkan lahan kosong, pekarangan yang luas, dapat diisi dengan tanaman-tanaman yang produktif, dan memiliki lahan pekarangan yang sempit menggunakan hidroponik.
”Ada juga aksi perubahan iklim dalam pengelolaan sampah limbah padat dan cair yaitu dengan membuat pupuk organic , arang briket, kerajinan tangan eco enzyme, pakan ikan/pakan ternak dan bio gas,” ujarnya.
Manfaat program kampung iklim sebut Soulisa meliputi, pertama meningkatnya ketahanan masyarakat dalama menghadapi variabilitas iklim dan dampak perubahan iklim. Kedua, terukurnya potensi dan kontribusi pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) di suatu lokasi.Ketiga, tersedianya data kegiatan adapatasi dan mitigasi. Keempat, tersosialisasinya kesadaraan dana gaya hidup rendah karbon. Kelima, meningkatnya kemapuan masyarakat ditingkat lokal untuk mengadopsi teknologi rendah karbon.
“Desa Masnana merupakan desa pertama yang mengikuti program kampung iklim di Kabupaten Buru Selatan,” terangnya.
Diharapkan, dalam tahun-tahun mendatang program kampung iklim dapat diikuti oleh desa-desa yang lain.
“Saya berharap dengan kegiatan Proklim kita sama-sama turut berpartisipasi aktif terhadap mitigasui dan adapatasi perubahan ilim yang terintegrasi sehingga bisa mencapai lestari,” harapnya menutup pembicaraan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Asisten I Sekda Kabupaten Buru Selatan Ruslan Makatita, pimpinan Organisasi Pernagkat Daearah (OPD), staf desa Masnana serta undangan lainnya. (SE)
Dapatkan sekarang