NAMROLE,AT-Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang dibangun pemerintah daerah Kabupaten Buru Selatan di Dusun Wamsoba, Desa Wali, Kecamatan Namrole saat ini sudah penuh dengan sampah.
Kondisi ini mengakibatkan sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ada di Kota Namrole ibukota Kabupaten Buru Selatan dipenuhi dengan sampah. Hal ini dikarenakan petugas pengakut sampah tidak bisa mengangkut sampah lantaran kondisi TPA yang sudah penuh akibat banyaknya sampah.
Tempat Penampungan Sementara ( TPS) sampah di Desa Masnana misalnya. Di tempat ini sampah sangat banyak. Tumpukan sampah sudah bertaburan sepanjang ruas jalan tersebut. Panjangnya kurang lebih belasan meter. Bahkan hampir menutup sebagian ruas jalan yang ada di di lokasi tersebut. Bukan hanya di tempat itu. Di depan Alun- alun Kota Namrole, tepatnya di belakang Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang bukan merupakan Tempat Pembuangan Sementara ( TPS), tumpukan sampah juga sangat banyak.
Di lokasi tersenut, masyarakat yang tidak sadar akan pentingnya kebersihan dalam wilayah Kota Namrole membuang sampah begitu saja di tempat yang sudah di larang oleh Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Buru Selatan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Buru Selatan yang dikonfirmasi media ini Minggu (10/8) membenarkan hal tersebut.
"Memang benar saat ini sampah sudah menumpuk dan sangat banyak di TPS, terutama yang ada di desa Masnana," akuinya.
Bahkan, lanjut dia, sudah lima hari belakangan ini petugas kebersihan atau pengangkut sampah tidak mengangkut sampah. Kondisi ini membuat sampah terus bertambah dan menumpuk di TPS.
" Karena kalau diangkat sampah- sampah itu mau dikemanakan. Kita tidak bisa buang di TPA. Karena kondisi TPA saat ini lagi penuh karena daya tampung yang terbatas," keluhnya.
Latuconsina mengaku, kondisi ini sudah disampaikan kepada pimpinan lebih atas dalam hal ini Bupati La Hamidi maupun wakil Bupati Gerson Elieser Selsily.
" Saya sudah laporkan kondisi ini kepada Pa Bupati dan Pa Wakil Bupati. Kondisi TPA penuh dan harus ada langkah-langkah yang dilakukan," tegasnya.
Selain itu kata dia, keterbatasan armada pengangkut sampah juga menjadi kendala dalam hal penanganan sampah dalam wilayah Kota Namrole.
"Kita punya.armada hanya satu. Saya sudah perintahkan untuk petugas angkat sampah yang ada di depan alun-alun. Biarkan saja dalam mobil," sebutnya.
Untuk mengatasi kondisi ini, Latuconsina mengaku, telah membangun koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk membantu mengerahkan alat berat baik loder maupun eksafator untuk melakukan pembenahan di TPA.
" Rencana Senin (11/8) kita akan lakukan penataan di TPA. Alat berat akan di kerahkan untuk melakukan penataan di TPA, karena sampah di TPA juga sudah menutup sebagian ruas jalan nasional yang biasanya dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," pungkasnya. (Edy)
Dapatkan sekarang