Ribuan Warga Maluku Saksikan Cakalele 'Ma'atenu' di Negeri Pelauw
Pemuda Negeri Pelau, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Malteng yang sedang melaksanakan tradisi Cakalele (Ma'atenu), Kamis (8/12/2022)
Admin
10 Dec 2022 18:51 WIT

Ribuan Warga Maluku Saksikan Cakalele 'Ma'atenu' di Negeri Pelauw

AMBON, AT.- Setelah dua belas tahun lamanya tertunda, ivent ritual cakalele (ma’atenu) akhirnya dilaksanakan di Negeri Pelau, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Ivent yang dilaksanakan tiga tahun sekali ini disaksikan oleh ribuan warga baik dari Negeri setempat maupun dari daerah lain. 


Hal ini disampaikan Camat Pulau Haruku, Ali Latuconcina yang diwawancarai media ini, Kamis (08/12) di sela – sela kegiatan menjelaskan, ivent cakalele merupakan sebuah tarian yang menggambarkan pelaksanaan kegiatan di medan perang. Kegiatan ini merupakan bentuk refleksi dari perjuangan melawan bangsa – bangsa penjajah yang terjadi pada jaman dahulu. 


Ritual adat Negeri setempat ini meliputi, tarian cakalele, tarian tenun, membawa bibit unggul dilaksankan pada 8-9 Desember 2022. Ketiga ivent budaya matasiri ini dilaksanakan tiga tahun sekali. 


“Setelah tertunda kurang lebih dua belas tahun, ritual ma’atenu dapat dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat Negeri Pelau, “ kata Camat Pulau Haruku, Ali Latuconcina kepada Ambon Terkini, Kamis (8/12).

Menurut Latuconsina, terlaksananya kegiatan cakalele tersebut menjadi kerinduan tersendiri bagi masyarakat Negeri Pelau, dimana ivent ritual ini sudah tertunda selama kurang lebih dua belas tahun saat Negeri ini mengalami pasca konflik internal yang berdampak hingga tahun 2021 lalu. 

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, TNI dan Polri serta stakeholder lainnya yang telah memberikan support sehingga kegiatan ritual adat ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,  “ ujar Latuconsina. 

Kedepannya, harap dia, ivent ritual budaya matasiri tersebut dapat tingkatkan kualitas pelaksanaannya sehingga dapat menarik lebih banyak para wisatawan baik local maupun manca negara.

“Sebagai bentuk refleksi dari perjuangan melawan bangsa penjajah yang terjadi di zaman dahulu kegiatan ritual adat ini dilaksanakan. Sesuai dengan catatan sejarah kami, tradisi ritual ma’atenu sudah dilaksanakan sejak tahun 1520. Olehnya itu, kami berharap baik kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Maluku Tengah maupun Pemerintah Pusat melalui kementerian pariwisata agar dapat mengambil kebijakan program-program yang bisa mempromosikan ivent budaya cakalele ini untuk dijadikan ivent wisata nasional, “ singkatnya dengan nada harapan. (aks)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai