AMBON,AT-Ratusan pesilat se-Maluku mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Open Turnamen Gubernur Maluku Cup, di GOR Sport Hall, Karang Panjang, Sirimau, Kota Ambon, Kamis (3/3).
Event ini akan dijadikan sebagai ajang rutin tahunan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Maluku yang rencananya berlangsung tiga hari, yakni 3 sampai 6 Maret mendatang.
Ketua Pengprov IPSI Maluku, Djalaludin Salampessy menuturkan, event kali ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat, melibatkan sekitar 403 pesilat di Maluku.
Menurutnya, event digelar sekaligus sebagai upaya mencari bibit-bibit atlet silat menghadapi event-event lebih tinggi dan bergengsi seperti Kejurnas maupun PON yang akan datang.
“Antusiasme perguruan-perguruan anggota IPSI sangat besar. Hanya tiga hari kami membuka masa pendaftaran, ternyata pesertanya ratusan, melebihi prediksi awal,” katanya kepada media ini di sela-sela event berlangsung.
Nantinya, lanjut Salampessy, para pesilat yang berprestasi di kejuaraan Gubernur Cup ini, akan dicatat untuk mengisi data base cabornya para ‘pendekar’ ini.
"Para jawara di kejuaraan ini akan dipromosikan untuk melakoni event silat yang lebih tinggi," jelasnya.
Dikatakan, dengan tema kejuaraan "Seorang Pesilat Sejati Berjiwa Satria Mampu Meberikan yang Terbaik dan Mendorong Kemajuan Provinsi Maluku dan Bangsa Indonesia", diharapkan bisa menelorkan pesilat yang berkualitas.
"Kami janji, event ini bisa berkelanjutan di tahun 2023 dan semoga akhir dari kejuaraan ini sesuai dengan yang kami harapkan," pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutannya mengapresiasi prakarsa kegiatan IPSI Maluku di daerahnya.
"Junjung tinggi sportivitas pesilat, tunjukkan kita bisa juara di arena dengan cara yang fair," katanya mengingatkan.
Murad yang juga Ketum KONI Maluku ini meminta para peserta bisa mewarisi dan meneladani semangat perjuangan para "pendekar" yang mengharumkan nama Maluku dipentas nasional.
"Ini wadah yang tepat untuk menunjukkan kualitas kalian yang sesungguhnya.Tunjukkan bahwa kalian laik mewakili Maluku di pentas yang lebih tinggi," katanya.
Pada kesempatan itu, Murad juga meminta kepada wasit/juri agar memimpin setiap laga dengan adil dan jangan berat sebelah kepada atlet atau perguruan tertentu.
"Marwah kejuaraan ini akan hilang jika wasit/juri berat sebelah kepada perguruan tertentu. Saya tidak ingin hal ini terjadi," tegasnya.
Diakhir pembicaraan, Murad pun berjanji akan memperhatikan seluruh cabor di Maluku, baik cabor unggulan maupun non unggulan.
"Tidak ada kata tebang pilih dalam memperhatikan cabor. Semua akan saya perhatikan karena tujuan saya adalah olahraga Maluku harus berprestasi di kancah nasional," demikian Murad.(cal)
Dapatkan sekarang