AMBON, AT-Komunitas Grab Pilip Ambon bakal menggelar demontrasi di depan Kantor Grab Cabang Kota Ambon.
Rencananya, aksi tersebut akan digelar bertepatan dengan hari Pahlawan, 10 November mendatang.
Menurut Abdul Fattah Nur, Ketua Grab Pilip Ambon bahwa, aksi yang akan mereka lakukan karena pihak Kantor Grab membuka pendaftaran Grab secara online bukan offline.
"Harusnya pembukaan secara offline, bukan online. Makanya kami protes kebijakan mereka (pihak kantor Grab), " tegas Abdul kepada Ambon Terkini.Id di Ambon, Kamis (31/10).
Bukan hanya itu, lanjut Abdul, pihak kantor Grab juga harus menghapus aplikasi Grab Nego karena sangat merugikan driver.
"Ya pakai Grab yang biasa saja karena harga Grab itu lebih murah antara semua aplikasi. Terdekat saja harga Rp 9.000 rupiah. Jadi kalau bisa Grab Nego itu di hapuskan," pintanya.
Abdul pun merincikan beberapa poin penting yang akan menjadi fokus mereka saat demo nanti. Pertama, tutup penerimaan driver secara offline, bukan online. Kedua, hapus itu Grab Nego.
"Kami tidak pernah melarang mereka membuka pendaftaran, tapi jangan bukan secara online. Kami harap mereka bisa mengamini apa yang menjadi tuntutan kami, " harap Abdul.
Jika pihak kantor Grab tapi tidak merespon keinginan kami, imbuh Abdul, maka ratusan driver Ojol yang tergabung dalam komunitas Grab Ambon, akan "menyerbu" kantor Grab saat hari pahlawan nanti.
"Aksinya pada tanggal 10 November. Mudah-mudahan apa yang menjadi keinginan kami bisa direspon oleh mereka, " demikian Abdul. (Cal)
Dapatkan sekarang