AMBON,AT-Lokasi samping badan jalan penghubung dari Air Besar (Arbes) menuju Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon masih dijadikan tempat pembuangan sampah sementara. Tak jarang sampah-sampah yang dibuang pada lokasi tersebut menggunung hingga meluber ke badan jalan sehingga membuat warga resah.
Puncaknya pada Senin 21 Oktober 2024, warga di kawasan Arbes memalang jalan sembari menanam pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon.
Protes masyarakat terhadap DLHP yang dianggap tidak bergerak cepat mengatasi masalah sampah di kawasan itu, langsung direspon Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Kota (Sekkot) Ambon Robby Sapulette. Robby yang turun langsung ke lokasi pemalangan pun memerintahkan DLHP Kota Ambon untuk membersihkan puluhan ton sampah di samping badan jalan penghubung Arbes - Ahuru.
Kepala Bidang (Kabid) Persampahan DLHP Kota Ambon, Nizar, kepada Ambon Ekspres, Selasa (22/10) kemarin mengaku, pengangkutan sampah di kawasan itu ditangani kurang lebih delapan jam.
"Pekerjaan dimulai pukul 17.00 WIT pada Senin 21 oktober 2024, dan berakhir pada pukul 01.00 Wit dini hari (kemarin) tanggal 22 oktober 2024," ungkapnya.
Lebih lanjut, Nizar mengaku, selama kurang lebih delapan jam melakukan pengangkutan, tercatat ada 70 ton sampah yang dimuat untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.
"Sudah dibersihkan. Jumlah armada yang dikerahkan sebanyak 14 mobil Dump truck dan 1 unit ekskavator. Jumlah sampah yang terangkut kurang lebih 70 ton dengan perincian kapasitas muat per armada 5 ton sekali angkut," jelasnya.
Nizar menambahkan, sampah yang diangkut tersebut merupakan hasil pembuangan sampah masyarakat selama dua minggu.
"Itu sampah 14 hari, berjumlah 70 ton,"tutupnya.(Nal)
Dapatkan sekarang