NAMROLE,AT.--Puluhan rumah milik masyarakat dan kantor pemerintah di pesisir pantai Desa Elfule, Desa Waenono dan Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan terancam abrasi. Dinding penahan tanah atau talud sudah ambruk akibat ombak.
"Jadi kondisi yang saat ini dilihat secara langsung oleh teman wartawan adalah akibat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini maupun tahun-tahun sebelumnya," ujar Karim Souwakil, salah satu warga Desa Waenono kepada Ambon Ekspres, Selasa (21/6).
Sebagian warga telah mengungsi karena rumah mereka juga terancam ambruk. Saat ini, kata Souwakil, masyarakat setempat membangun talud darurat anggaran sendiri.
" Karena terancam, masyarakat dengan biaya sendiri telah membuat talud untuk mengamankan rumah mereka dari terjangan ombak," sebutnya.
Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily meninjau langsung talud penahan ombak di sepanjang Desa Elfule, Waenono dan Labuang yang sudah ambruk. Dia didampingi Kepala Dinas Sosial Abas Taher, Asisten III Hadi Longa, dan Kepala Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Melikot Solisa.
Gerson meminta Dinas PUPR mengambil langkah antisipasi agar rumah dan kantor pemerintah tidak rusak. Namun, ia mengaku Pemkab Bursel keterbatasan anggaran sehingga akan meminta dukungan anggaran dar Pemerintah Provinsi Maluku dan pusat.
" Kita terbatas dengan anggaran sehingga perlu dukungan Pemprov Maluku maupun pemerintah pusat," pungkasnya. (ESI)
Dapatkan sekarang