Pulau Timbul Kembali Muncul di Perairan Yamru, BMKG Belum Pastikan Penyebabnya
Tampak pulau timbul kembali muncul di Perairan Yamru, Tual, Maluku. Istimewa
AdminRedaksi
03 Nov 2026 07:58 WIT

Pulau Timbul Kembali Muncul di Perairan Yamru, BMKG Belum Pastikan Penyebabnya

TUAL, AT. – Fenomena alam berupa kemunculan Pulau Timbul kembali terjadi di perairan Desa Yamru, Kecamatan Tayando-Tam, Kota Tual, Maluku. 

Daratan yang diperkirakan memiliki panjang 60 meter dan lebar 30 meter itu muncul pada Senin (2/11/2026), sekitar pukul 02.00 WIT.

Kemunculan daratan tersebut kembali menarik perhatian masyarakat setempat. Pasalnya, fenomena serupa bukan pertama kali terjadi di kawasan perairan tersebut, melainkan telah berulang sejak beberapa dekade silam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, Pulau Timbul pertama kali muncul pada 1982. Namun, beberapa tahun kemudian, daratan itu kembali tenggelam dan menghilang dari permukaan laut.

Fenomena serupa kembali terjadi pada 1992. Saat itu, daratan muncul secara bertahap hingga membentuk gumpalan batu berukuran besar yang kemudian bertahan hingga sekarang.

Pada 2023, kemunculan serupa kembali terjadi. Namun, daratan yang muncul saat itu hanya bertahan selama beberapa hari sebelum akhirnya kembali tenggelam.

Salah satu perangkat Desa Yamru, Lukman Kabakoran, membenarkan kemunculan kembali Pulau Timbul. Selasa (3/11/2026). 

Ia berharap Pemerintah Kota Tual segera berkoordinasi dengan tim ahli geologi untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi, termasuk mengambil sampel material yang muncul ke permukaan.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengetahui secara ilmiah penyebab terbentuknya daratan baru di kawasan perairan itu, sekaligus memastikan apakah fenomena tersebut berkaitan dengan aktivitas geologi bawah laut, termasuk kemungkinan adanya aktivitas vulkanik.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum dapat memastikan penyebab munculnya daratan tersebut.

PMG Pertama Stasiun Geofisika Kelas I Karang Panjang Ambon, Albertho Ruhulessin, mengatakan pihaknya belum memiliki informasi yang cukup untuk menjelaskan proses terbentuknya Pulau Timbul maupun memastikan waktu kemunculannya berdasarkan data pemantauan BMKG.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan aktivitas kegempaan, tidak ditemukan gempa signifikan di sekitar lokasi, khususnya di wilayah perairan Kota Tual.

Dengan demikian, penyebab kemunculan kembali Pulau Timbul di perairan Yamru masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Pemeriksaan lapangan dan kajian geologi diperlukan untuk mengetahui karakteristik material, proses pembentukan, serta potensi aktivitas geologi di kawasan tersebut. (AJ). 

 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga