PTBI 2025, Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi
BI Maluku Gelar Pertemuan Tahunan 2025.--istimewa.
FaizalLestaluhu
06 Dec 2025 11:41 WIT

PTBI 2025, Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi

AMBON,AT-Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku, Mohamad Latif, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi kebijakan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku yang lebih tinggi dan berdaya tahan. 

Penegasan ini disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, yang mengusung tema, “Tangguh dan Mandiri, Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Daya Tahan”. Dipusatkan di Hotel Santika Ambon, kemarin. 

Menurutnya, Kinerja Ekonomi Maluku Terus Menguat. Perekonomian Maluku pada Triwulan III 2025 tumbuh sebesar 4,31 persen, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 3,39 persen. Pertumbuhan ini utamanya ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

"Kenaikan produksi perikanan tangkap serta meningkatnya penjualan eceran, khususnya kendaraan bermotor roda dua, ikut memperkuat kinerja ekonomi daerah," tuturnya. 

Lebih lanjut, dikatakan, Inflasi Terkendali dalam Rentang Sasaran Nasional. Inflasi Provinsi Maluku pada November 2025 tercatat 2,33 persen, berada dalam sasaran nasional 2,5 persen ± 1 persen. Meski biaya distribusi masih relatif tinggi, sinergi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dinilai efektif menjaga stabilitas harga sepanjang tahun.

"Digitalisasi Ekonomi Melaju Pesat. Akselerasi digitalisasi di Maluku menunjukkan progres signifikan. Penggunaan QRIS pada November 2025 melampaui target, dengan lebih dari 155.714 pengguna dan nilai transaksi mencapai Rp.100 miliar," jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakan, BI Maluku terus memperluas implementasi digitalisasi pada sektor wisata, UMKM, pembayaran pajak dan retribusi daerah, optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), serta berbagai program penguatan UMKM.

Dia menambahkan, penguatan UMKM Menjadi Fokus Strategis. BI Maluku menjalankan berbagai program pengembangan UMKM, antara lain, yakni, program peningkatan kapasitas UMKM dari level dasar hingga siap ekspor. 

"Pelatihan dan pendampingan dengan capaian penjualan Rp 200 juta. Pencetakan 21 UMKM “Guru Digital” melalui program Onboarding UMKM. Dua event regional dengan total transaksi Rp 3,1 miliar. Dan Business matching pembiayaan mencapai Rp. 17,3 miliar," tambahnya.

Dia menambahkan, upaya Pengendalian Inflasi Melalui Program Inovatif. Sejumlah inisiatif terus diperkuat, seperti, penguatan produksi lokal, gerakan Menanam dan digital farming, sertifikasi nelayan, penguatan ketahanan pangan daerah. Serta optimalisasi pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT), edukasi publik melalui Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, dan menjaga Ketersediaan Uang Layak Edar. 

"BI Maluku memastikan distribusi uang rupiah yang merata dan tepat sasaran melalui, layanan kas titipan bersama perbankan, layanan kas keliling ke wilayah 3T, program Ekspedisi Rupiah Berdaulat, dan edukasi literasi rupiah kepada masyarakat," imbuhnya.

Lebih lanjut, dikatakan, proyeksi Ekonomi Maluku 2026 Tetap Positif.  BI Maluku optimis perekonomian Maluku pada 2026 akan tumbuh lebih kuat dengan proyeksi berada pada kisaran 4,80 persen hingga 5,60 persen. Inflasi diperkirakan tetap terkendali pada 2,5 persen ± 1 persen.

"Pendorong utama proyeksi tersebut mencakup meningkatnya permintaan dari negara, stabilitas harga, kebijakan nilai tukar yang kondusif, serta penguatan sinergi TPID," pungkasnya. (Leo) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai