AMBON, AT.--Perekonomian Maluku perlahan tumbuh pada kuartal II Mei 2022 lalu saat pandemi Covid-19 mulai dikendalikan. Mobilitas masyarakat semakin tinggi yang menyebabkan peningkatan permintaan domestik.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pertumbuhan ekonomi di Maluku mencapai 4,85 persen (yoy) pada kuartal II 2022. Pada triwulan III-2022 tumbuh meningkat sebesar 6,01 persen dibanding tahun lalu dan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II.
Pertumbuhan ekonomi Maluku ini, pernah diprediksi Ekonom Universitas Pattimura (Unpatti) Dr. Hendri D. Hahury, beberapa waktu lalu.
"Pelan tapi pasti, saya yakin, perekonomian di Maluku akan terus bertumbuh dibanding sebelumnya," kata Hendri.
Mahalnya harga bahan pokok, kata dia, tidak terlalu mempengaruhi perekonomian. Beberapa terobosan pemerintah daerah dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
"Ketika harga bahan pokok naik, pemerintah daerah juga tidak tinggal diam. Dari beberapa pasar tradisional di Ambon, melalui Disperindag Kota Ambon dan provinsi melakukan langkah-langkah konkrit dengan menyediakan bazar murah, sehingga kebutuhan masyarakat akan sembako sedikit terbantukan,"jelasnya.
Diketahui, asesmen Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpW BI) Provinsi Maluku menunjukkan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2022 di tengah ketidakpastian global, lanjutnya, ditopang oleh meningkatnya mobilitas masyarakat seiring dengan membaiknya kondisi pandemi COVID-19. Hal tersebut memicu meningkatkan permintaan domestik, yang turut mendorong kinerja pada lapangan usaha utama.
Dari sisi pengeluaran, peningkatan pertumbuhan ekonomi Maluku utamanya didorong oleh pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga (RT) dan Konsumsi Pemerintah. Komponen Konsumsi RT menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,60 persen (yoy) pada triwulan III 2022, meningkat dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,85 persen (yoy).
Peningkatan Konsumsi RT menunjukkan daya beli masyarakat meningkat yang sejalan dengan semakin terkendalinya pandemi COVID-19. Kondisi tersebut mendorong mobilitas masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha.
Selain itu, ia meningkatnya realisasi anggaran belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) di Provinsi Maluku juga mendorong peningkatan kinerja konsumsi pemerintah. Komponen konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 7,30 persen (yoy), meningkat signifikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi -21,91 persen (yoy).
Selanjutnya, LU Administrasi Pemerintahan tercatat tumbuh sebesar 6,52 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,25 persen (yoy).
Meningkatnya realisasi anggaran belanja pemerintah yang mendorong kegiatan instansi pemerintah berdampak pada peningkatan kinerja LU ini. Adapun LU perdagangan besar mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,66 persen pada triwulan III 2022, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,12 persen.
Peningkatan kinerja LU ini sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat sebagaimana tercermin dari peningkatan Konsumsi RT di sisi pengeluaran. (LMS/*)
Dapatkan sekarang