Polisi Belum Membuka Kontainer Misterius
Irjen Lotharia Latif, Kapolda Maluku tiba di Pelabuhan Namlea untuk melihat langsung kondisi kontainer yang jatuh, Minggu (2/4/). (Foto: Humas Polda Maluku)
FaizalLestaluhu
03 Apr 2023 09:22 WIT

Polisi Belum Membuka Kontainer Misterius

Kapolda : Kondisi Psikologis Warga Harus Dipulihkan

AMBON,AT-Hingga saat ini,  Polisi belum membuka juga kontainer yang jatuh di pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru, saat bongkar muat dari KM Dorolonda, Selasa (28/3) lalu.

Belum diketahui isi di dalam kontainer itu, mereka (polisi) takut membukanya sebab akan berdampak pada petugas. Sementara, Irjen Lotharia Latif, turun langsung ke Namlea, Pulau Buru.

Orang nomor satu di Mapolda Maluku itu,  meninjau langsung kontainer itu di Namlea, Minggu (2/4/), setelah kunjungan kerjanya di Buru Selatan (Bursel).

Saat penijauan, Latif didampingi Direktur Intelkam, dan Direktur Polairud Polda Maluku, serta Kapolres Pulau Buru dan Kepala KPLP Namlea.

Kontainer yang ditinjau itu sempat terjatuh akibat terputusnya tali sling KM.Dorolonda pada Selasa (28/3) lalu. Bersamaan dengan terjatuhnya kontainer, ditemukan banyaknya ikan yang mati di area tersebut.

Hingga saat ini isi kontainer tersebut belum dibongkar dan diperiksa. Sebab dikhawatirkan akan berdampak kepada petugas yang melakukan pemeriksaan. Polisi juga masih menunggu ahli lingkungan hidup yang berencana membukanya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui isi kontainer dan penyebab ikan mati mendadak.

"Kontainer sampai sekarang belum dibuka karena menunggu ahli lingkungan hidup yang akan membukanya," kata Latif.

Pada kesempatan itu, Latif memberikan petunjuk dan arahan agar proses hukumnya melibatkan instansi terkait dan aturan yang berlaku.

"Pak  bupati dan dinas terkait lainnya agar dapat memulihkan kondisi psikologis masyarakat sekitar," harap dia.

Latif juga berharap, agar hasil pengecekan kondisi perairan sekitar dapat disampaikan agar dapat diketahui masyarakat.

"Apabila benar-benar sudah aman agar masyarakat diberikan informasi untuk tidak ada lagi keraguan mengkonsumsi ikan-ikan di sekitar lokasi tersebut, sehingga semua aktivitas dapat berjalan normal kembali," demikian Latif.(ERM

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai