-Penertiban Jangan Bersifat Seremonial
AMBON,AE-Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memadati kawasan terminal Mardika telah ditertibkan oleh Pemerintah Kota Ambon. Warga pun minta penertiban tidak bersifat seremonial. Pemkot Ambon diharapkan terus mengawasi agar PKL tak kembali mangkal setelah penertiban.
Warga menilai keberadaan PKL membuat kawasan di dalam terminal Mardika semakin semerawut.
"Saya heran, meski sudah ditertibkan tapi PKL kembali lagi berjualan di dalam terminal Mardika. Saya minta pemkot serius tertibkan PKL yang ada di dalam terminal itu karena aktivitas mereka membuat macet kendaraan yang masuk ke dalam terminal," pinta Buce, salah seorang pengendara kepada Ambon Terkini di Ambon, Jumat (7/4).
Dia mengusulkan agar Pemkot bisa membangun pos baru dan menempatkan personel kawasan itu. Tujuannya, agar mereka (PKL) tidak kembali berjualan di tempat tersebut.
"Memang sudah ditertibkan. Tapi, kalau sore sampai malam mereka kembali berjualan lagi. Jadi, penertiban harus serius, jangan hanya bersifat sementara saja," katanya.
Bukan hanya di dalam terminal saja, lanjut dia, PKL yang memakai badan jalan untuk berjualan, juga harus ditertibkan karena sangat mengganggu aktivitas kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
"Sampai saat ini PKL masih kuasai terminal dan badan jalan di Mardika. Harusnya ada tindakan tegas dari Pemkot. Jika dibiarkan, maka kemaceta akan semakin parah di kawasan tersebut," ucapnya.
Kata Buce, penertiban PKL jangan hanya difokuskan pada mereka yang ada di dalam kawasan terminal Mardika saja. Tapi, PKL di bahu-bahu jalan yang ada di sepanjang pasar Mardika juga harus ditertibkan.
"Pada prinsipnya, kami mengapresiasi ketegasan Pemerintah Kota Ambon terhadap penertiban PKL tersebut. Tapi, kami minta penertiban itu harus menyeluruh karena memang kawasan pasar Mardika itu kan macet karena banyak ada PKL yang berjualan tidak pada tempatnya," jelasnya.
Buce juga meminta, petugas harus melakukan pengawasan secara rutin keberadaan PKL sehingga kawasan terminal steril dari pedagang.
"Harus diawasi biar mereka tidak balik lagi," pintanya.
Dia mengatakan, kawasan disepanjang pasar Mardika hampir sepanjang waktu selalu macet. Kemacetan semakin parah ketika jam sibuk warga berangkat maupun pulang kerja.
"Hampir tiap hari lewat kawasan itu kena macet terus. Sudah langganan. Tapi kemacetan bisa diatasi jika PKL yang berjualan di bahu jalan maupun di dalam terminal ditertibkan secara menyeluruh," katanya.
Buce berharap, Pemkot Ambon segera melakukan penataan di kawasan itu bisa maksimal sehingga dapat mengubah pandangan yang melekat bahwa kawasan Pasar Mardika sebagai kawasan macet dan bau.
"Semoga di tahun 2023, perlahan itu bisa hilang. Kami sangat mendukung langkah Pemerintah Kota Ambon untuk menata kawasan itu menjadi wilayah yang bebas dari macet dan kesemrawutan," ucapnya menutup pembicaraan.(CAL)
Dapatkan sekarang