AMBON,AT-Pidato politik ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang disiarkan secara langsung di beberapa stasiun televisi nasional, Jumat (14/7) malam. Di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Nonton Bareng (Nobar) juga dilakukan di beberapa lokasi berbeda.
Menurut Sekretaris DPD Demokrat Maluku, Latif Lahane disela-sele Nobar dilangsung di salah satu kafe menyampaikan, Nobar tidak hanya melibatkan pengurus Parpol. Namun juga ada masyarakat umum yang hadir menyaksikan Piadato Politik ketum Demokrat, AHY. Kemudian, Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), tujuanya melibatkan Bacaleg dalam Nobar itu agar 14 agenda perubahan disampaikan Ketum Partai Demokrat dipahami dan diimplementasi.
" Demi untuk menaikan elektabilitas yang bersangkutan (Bacaleg) yang notabanenya juga menaikan elektablitas partai Demokrat di Pemilu 2024 nanti," ujar Latif Lahane.
Dipastikan, lanjut Latif, ada tiga lokasi berberada digelar Nobar di kota Ambon selain Cafe Alfath Kebun Cengkeh, ada juga di pangkalan ojek di dekat Sekretariat DPD Partai Demokrat Maluku, Karang Panjang dan Cafe Pasir Putih Kota Ambon.
"Nobar juga di masing-masing DPC di 11 Kabupaten Kota. Peserta yang hadir juga dari masyarakat umum yang inisiatif datang untuk mendengar apa yang di sampaikan oleh Ketum Demokrat, AHY," ujar Latif menutup pembicaraan.
Sementara, Halimun Saulatu, Anggota DPRD Provinsi Maluku besutan Partai Demokrat, Dapil Maluku Tengah (Malteng), dalam tanggapannya menyampaikan, apa yang disampaikan AHY sesuai dengan konteks yang terjadi sekarang dan itu merupakan agenda perubahan.
Dimana, kata Halimun, perbaikan yang harus dimaknai dan dijadikan motivasi seluruh kader Partai Demokrat Maluku. Baik yang ada di partai dan di jabatan legislatif maupun eksekutif.
"Apa yang disampaikan AHY itu "isi daging semua". Pertama, memotret tentang kondisi sekarang dan apa yang ditawarkan oleh Demokrat terkait perubahan dan perbaikan baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, lingkungan hidup, sisi hukum, dan sisi etika pemerintahan. Itu semua adalah gambaran apa yang terjadi saat ini dan seperti apa kedepan. Pidato tadi berisi amunisi untuk setiap kader, partai," singkat Halimun.
Sementara salah satu tokoh pemuda di Kota Ambon, Mohammad Ibrahim, yang dalam Nobar mengaku, pidato AHY memuat banyak perubahan yang akan dimunculkan Partai Demokrat yang pro terhadap rakyat.
"Partai demokrat sangat peduli rakyat dari sisi pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Dan disitulah perubahan yang pro kepada rakyat dan berkembang ke arah yang lebih baik," kata Ibrahim.
Untuk diketahui, ada tiga hal yang melandasi pemikiran Demokrat dalam melakukan agenda perubahan.
Pertama, studi dan pengamatan, atas apa yang dilakukan negara dan pemerintah selama sembilan tahun terakhir. Kedua, permasalahan serius yang dirasakan rakyat. Ketiga, keinginan dan harapan rakyat, yang kami jumpai di seluruh Tanah Air.
Hal itulah yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat dalam Pidato Politik yang mengambil tema: Agenda Perubahan dan Perbaikan untuk Indonesia yang Lebih Baik, Jumat (14/7) malam.
Pidato politik ini disiarkan di empat stasiun televisi yaitu tvOne, Metro TV, CNN TV, dan Kompas TV.
Meskipun ada capaian, lanjut AHY, tetapi harus kita akui secara jujur, sembilan tahun terakhir terjadi sejumlah kemandekan, dan bahkan kemunduran serius.
“Pertumbuhan ekonomi menurun. Jauh di bawah yang dijanjikan tujuh persen hingga delapan persen. Pertumbuhan ekonomi stagnan di angka lima persen. Bahkan, sempat anjlok ketika pandemi Covid-19,” kata AHY.
“Akibatnya, penghasilan dunia usaha dan kesejahteraan rakyat terpukul. Daya beli golongan menengah ke bawah juga menurun. Kemiskinan dan pengangguran meningkat. Sementara itu, ketika ekonomi tumbuh rendah, yang meroket justru utang kita, baik utang pemerintah maupun BUMN,” jelas AHY.
Argumentasi seperti ini, saya nilai hanya separuh benar. Faktanya, sebelum pandemi datang, ekonomi kita sudah mengalami permasalahan. Sehingga, mesti ada sebab dan faktor yang lain, di luar pandemi.
Demokrat berpendapat, faktor lain itu menyangkut kebijakan dan langkah pemerintah, dalam mengelola ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Juga, dalam menentukan prioritas pembangunan dan upaya mengatasi krisis,” tambahnya.
“Sulit dimengerti, ketika ekonomi menurun, kekuatan fiskal melemahmelemah, utang tinggi, pemerintah justru membangun infrastruktur secara besar-besaran. Apalagi, sebagian proyek dan megaproyek itu, tidak berdampak langsung pada kehidupan dan kesejahteraan rakyat, yang tengah mengalami tekanan. Seharusnya, masih bisa ditunda pelaksanaannya,” lanjutnya pula.
Menurut dia, Partai Demokrat berpendapat, pemerintah tidak sensitif.
“Pemerintah juga kurang berpihak kepada seratus juta lebih rakyat kita, yang sedang mengalami kesulitan hidup yang serius. Menurut kami; sikap, kebijakan dan tindakan pemerintah seperti inilah, yang perlu diubah dan diperbaiki,” tegas AHY.
“Ketika terjadi krisis dan tekanan ekonomi yang dampaknya sangat dirasakan masyarakat, prioritas dan alokasi anggaran negara, seharusnya diarahkan, untuk meringankan penderitaan rakyat. Utamanya para petani, nelayan, kaum buruh, dan golongan lemah lainnya,” seru AHYAHY menutup pidatonya. (ERM)
Dapatkan sekarang