AMBON,AT-Masjid merupakan tempat beridah agama muslim di seluruh dunia, bukan hanya itu, masjid juga sebagai tempat berdakwah, bermusyawara antar sesama umat. Hal ini disamapikan Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutanya yang dibacakan Ismail Isemahu, Plt kepala dinas PUPR Provinsi Maluku, saat peletakan batu pertama pembangunan Majid At-Takwa Dusun Oli, Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (21/10).
Menurutnya, peletakan batu pertama pembangunan masjid di dusun ini (Oli) pada hakikatnya untuk membangun moral, spiritual umat manusia.
"Pembangunan masjid merupakan sarana agar bertakwa kepada Allah SWT, sehingga adanya keseimbangan antara pembangunan aspek lahiria dan batinia, " ungkapnya.
Bukan hanya itu, lanjut Murad, pembangunan Masjid At-Takwa merupakan kebutuhan baik secara spiritual maupun sosial. Dengan niat yang ikhlas dan kuat warga Dusun Oli dan insya Allah pekerjaan pembangunan masjid ini dapat diselesaikan sesuai dengan harapan dan rencana yang telah ditetapkan.
"Saya ingin mengajak semua yang ada di sini untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan masjid ini, berikanlah sumbangan yang terbaik dengan penuh keikhlasan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, saya mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan persaudaraan saling menghormati satu sama lain dan saling tolong menolong dalam membangun sarana ibadah ini.
"Karena membangun tidak hanya mendirikan gedung secara fitisk, lebih dari itu mengambil tanggung jawab moril bagi masyarakat sekitar untuk menjaga dan merawatnya serta menggunakan dan memanfaatkan fasilitas untuk kepentingan bersama, " pungkasnya.
Sementara itu, Rakib Sahubawa, Pj. Bupati Maluku Tengah yang dibacakan Kepala Kecamatan Leihitu, Sigit J. Sanduan mengatakan, masjid memiliki fungsi ganda sebagai tempat untuk melaksanakan Sholat dan beribadah dan juga dapat di jadikan sebagai tempat untuk pemersatu umat untuk melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Selain tempat beribadah, masjid juga bisa digunakan sebagai tempat bermusyawarah, melakukan syiar agama Islam sebagai tempat pendidikan, pengajian, pembinaan akhlak dan budi pekerti serta kegiatan sosial lainnya", katanya.
Dikatakan, untuk meningkat semangat umat Islam dalam mendirikan atau membangun masjid dapat mencerminkan adanya komitmen umat terhadap perubahan bangsa Islam yang semakin tinggi dengan kehidupan bersamayarakat.
"Bagi saya dengan adanya pembangunan Masjid A-Tkwah yang di mulai dari awal peletakan batu pertama hari ini menandakan bahwa semakin membaik pula pada kehidupan masyarakat, rasa tanggung jawab, sikap gotong royong maupun kebersamaan di antara sesama komponen masyarajat khusnya di dusun oli baru dan sekitarnya", ucapnya.
Kata dia, insya Allah dengan semangat ukhuwa tersebut kita doakan bersama agar masjid ini bisa cepat diselesaikan dan dimanfaatkan sebagai sentral sekaligus tempat pembina mental umat dalam meningkatkan ketakwaan dan keimanan.
"Sebagaimana masjid juga dapat menjadi media terbaik dalam generasi-generai islam yang berwatak pancasilais, sehingg kelak dapat memberikan sisi positif bagi keberhasilan dan kemajuan pembngunan di daerah yang sama-sama kita cintai iniini, " tandasnya.
Di akhir pembicaraan, Sahubawa mengimbau agar kita senantiasa bahu membahu, memberikan bantuan berupa pikiran maupun meterial.
"Semoga pembanguna masjid ini dapat segera rampung dan di manfaatkan sebagaiman fungsinya," harapnya menutup pembicaraan. (JAR)
Dapatkan sekarang