Pertamina Edukasi dan Perkuat Siaga Bencana di Sekolah
QuBisaAdmin.com
17 Jan 2026 15:07 WIT

Pertamina Edukasi dan Perkuat Siaga Bencana di Sekolah

BULA,AT--Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Babullah berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Tubo dalam program Sekolah Siaga dan Tanggap Bencana. 

Kegiatan ini digelar di MI Swasta Fathul Munir, Kota Ternate, Rabu, 15 Januari 2026. AFT Manager AFT Babullah, Winaryanto, mengatakan program ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana sejak dini, khususnya bagi anak-anak sekolah di wilayah rawan bencana seperti Ternate.

“Kesiapsiagaan dan kesadaran sejak dini menjadi langkah krusial dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi kondisi bencana. Kota Ternate memiliki karakteristik wilayah yang rawan gempa bumi, erupsi gunung api, banjir, hingga tanah longsor. Program ini menjadi komitmen nyata kami dalam menjalankan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan,” ujar Winaryanto.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan membekali siswa dengan pemahaman dasar mengenai jenis-jenis bencana serta langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Kolaborasi dengan BPBD dan FPRB dinilai penting agar materi yang diberikan sesuai dengan risiko bencana lokal.

“Kami ingin siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga tanggap dalam praktik. Karena itu, edukasi dikemas secara interaktif dan aplikatif,” katanya.

Sebanyak 66 siswa MI Swasta Fathul Munir mengikuti edukasi yang disampaikan melalui simulasi evakuasi mandiri, praktik dasar penyelamatan, serta permainan bertema kebencanaan agar mudah dipahami dan diingat.

Selain edukasi, Pertamina Patra Niaga sebelumnya juga telah mendukung peningkatan infrastruktur keselamatan di sekolah tersebut, antara lain pembangunan jalur evakuasi, pemasangan rambu evakuasi, dan penentuan titik kumpul guna menunjang keselamatan saat kondisi darurat.

“Fokus kami adalah menciptakan sistem keamanan sekolah yang mandiri, baik melalui dukungan fisik maupun peningkatan kapasitas masyarakat sekolah itu sendiri,” tambah Winaryanto.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Ternate, Anhar Alaudin, menilai program ini mampu menanamkan refleks keselamatan kepada anak-anak sejak usia dini.

“Meski hanya 66 siswa yang ikut, mereka bisa menjadi agen penyebar informasi di keluarga dan lingkungannya. Kesadaran sejak kecil ini penting sebagai mitigasi risiko jangka panjang,” jelas Anhar.
Hal senada disampaikan Ketua FPRB Kelurahan Tubo, Jumilita Abdullah. Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok rentan yang perlu terus dibekali pengetahuan kebencanaan.

“Dalam kondisi bencana, anak-anak bisa saja terpisah dari orang tua atau komunikasi terputus. Karena itu, edukasi ini dibuat menyenangkan dan interaktif agar mudah diingat dan menjadi bekal penting bagi mereka,” tutup Jumilita(JU).

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai