Pertalite Langka di Masohi, Sopir Angkot Rela Bermalam di SBPU
Petugas dari Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Tengah melakukan tera ulang di salah satu SBPU di Masohi, Senin, 8 Agustus 2022 untuk mengecek jumlah aliran BBM dari mesin dispenser sesuai ketentua atau tidak.

Dinas Perdagin Malteng/Ambonterkini.id
Admin
12 Aug 2022 19:13 WIT

Pertalite Langka di Masohi, Sopir Angkot Rela Bermalam di SBPU

MASOHI, AT.-Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite masih langka di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Antrean kenderaan di SPBU untuk mengisi Pertalite tak terhindarkan.

Ada pula pengendara yang nekat tidur semalaman di SPBU di Jalan Cristina Martha Tiahahu agar lebih awal melakukan pengisian. "Iya, kadang juga kami menginap di SPBU untuk mendapatkan antrean pertama," ungkap Safri, salah satu supir angkutan kota Ambon Ekspres, Jumat (12/8).

Menurut Safri, stok Pertalite di SBPU kosong pada siang dan sore. Kelangkaan ini dimanfaatkan oleh pemilik POM dengan menaikan harga pertalite Rp13.000-Rp14.000 per liter.

Masyarakat heran, karena POM mini menjmur di Masohi disaat pertalite langka. Padahal pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi sebagai solusi mengatasi kelangkaan.

Beberapa waktu lalu SPBU di Kota Masohi pernah membuat kebijakan pembatasan pembelian pertalite dan solar, dengan batasan 100 hingga 200 ribu liter per harinya. Ini merupakan strategi dalam mengurangi antrean panjang.

Namun pembatasan ini tidak berdampak. Pada Kamis (11/8), antrean panjang masih terlihat di SPBU Kota Masohi."Itu sebagai percepatan pelayanan dan untuk meminimalisir antrean panjang," jelas Wahyu, pengelola SPBU Masohi.

Ketua Komisi II DPRD Maluku Tengah, Hasan Alkatiri mengatakan, permasalahan BBM bersubsidi memang sudah menjadi agenda prioritas internal komisi. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melaksanakan rapat denan Pertamina dan Pemda untuk mengevaluasi serta mencari solusi permasalahan tersebut.

"Setelah paripurna Alat Kelengkapan Dewan (AKD), dalam waktu dekat kami akan memanggil pihak Pertamina dan Pemda," jelas Hasan. (DW)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai