Persaudaraan NUSAMBA Bursel Harus Tetap Terjaga
Ketua Latupati Nusalaut, Frangky Leiwakabessy saat melantik dan mengukuhkan Pengurus Nusamba Kabupaten Buru Selatan periode 2022-2024, Sabtu ( 5/11)
Admin
06 Nov 2022 21:53 WIT

Persaudaraan NUSAMBA Bursel Harus Tetap Terjaga

NAMROLE,AT- Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Elieser Selsily mengatakan, hubungan persaudaraan masyarakat Nusalaut dan Ambalau (NUSAMBA) harus tetap dijaga. Sebab, keduanya memiliki ikatan darah maupun sejarah yang kuat dan dapat dijadikan contoh bagi daerah lain.

"Hubungan adik dan kakak ini adalah warisan yang perlu dipupuk dan dijaga dengan rasa saling baku sayang,"ujar Selsily dalam sambutannya saat menghadiri cara pelantikan dan deklarasi pengurus Nusamba Kabupaten Buru Selatan yang berlangsung di alun- alun kota Namrole, Sabtu ( 5/11).

Nusalaut laut merupakan sebuah pulau di Kabupaten Maluku Tengah. Sedangkan Ambalau adalah pulau di Kabupaten Buru Selatan.

Kedua pulau berpenghuni dan masing-masing ada tujuh negeri atau desa. Menurut penuturan masyarakat, kedua pulau ini dulunya hanya satu dengan nama Nusalaut.

Di pulau tersebut, hidup dua orang bersaudara, tetapi beda kepercayaan. Mereka hidup rukun karena sedarah.

Namun, karena keserakahan akan harta benda, akhirnya mereka bertengkar. Konon, pertikaian ini yang menyebabkan pulau tersebut terbelah dua, yang kini dikenal dengan Nusalaut dan Ambalau.

Menurut Selsily, tatanan adat dan hubungan persaudaraan yang ada di dua pulau ini, sama halnya dengan hubungan persaudaraan Kai Wait di Pulau Buru. Olehnya, ia berharap Nusamba dapat membantu pemerintah daerah dalam membangun Bursel.

"Kalau ada masalah, sebagai adik dan kakak marilah duduk bersama untuk menyelesaikan masalah itu. Jadikan Nusamba sebagai rumah bersama kita,” tandas mantan wakil ketua DPRD Buru Selatan itu.

Ketua Umum Nusamba Bursel, Frederik Edwin Tahapary mengatakan, deklarasi dan pelantikan pengurus Nusamba periode  2022-2024 merupakan upaya dan semangat untuk mempererat hubungan persaudaraan Nusamba dari ujung Pulau Ambalau sampai Kepala Madan. Sebab pembentukan Nusamba adalah bagian dari sejarah yang tak bisa dilupakan.

Nusamba hadir sebagai laboratorium toleransi umat beragama. "Kami ingin menjadikan Nusamba sebagai contoh konkrit bagaimana kehidupan persaudaraan meskipun berbeda agama," ucap Tahapary.

Nusamba akan menggelar rapat kerja untuk merancang program-program prioritas dalam bidang pendidikan dan kesehatan yang disinkronisasikan dengan kebijakan Pemda Bursel.

"Pada prinsipnya Nusamba tidak terlepas dari Pemda. Jadi koordinasi dan kerjasama dengan dinas pendidikan, dinas kesehatan dan dinas teknis lainnya pasti kita lakukan," terangnya.

Selain itu, lanjut Tahapary, Nusamba juga bertekad menghilangkan stigma buruk yang dialamatkan ke anggota Nusamba khususnya terkait kekerasan demi stabilitas keamaan di Bursel.

"Sementara soal politik praktis, jang jelas Nusamba akan berdiri tegak pada garis tengah. Namun saya mengajak semua adik dan kakak Nusamba untuk menjaga keamanan dan ikut menyukseskan pesta rakyat yang akan berlangsung.
Kalaupun ada masalah, kita akan duduk satu dulang untuk menyelesaikan masalah itu," pungkasnya.

Sebelum pelantikan, rombongan Nusamba dari Ambon dan raja- raja serta Latupati Kecamatan Nusalaut diikatkan dengan kain gandong (saudara). Tarian hadrat yang dipadu dengan trompet serta cakalele , mengantar rombongan menuju alun yang disaksikan ribuan orang.

Acara ini dimulai dengan pembacaan sejarah masuknya pendidikan pulau Ambalau, pentas teater sejarah Nusamba dan paduan suara gabungan anak cucu Nusamba. Acara pelantikan dan deklarasi ini ditutup dengan makan patita bersama. (ESI)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai