AMBON, AT— Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, terus berupaya untuk memperkuat sektor pendidikan dan transparansi pelayanan publik. Hal itu ditandai dengan peluncurkan modul ajar literasi keuangan untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat SMP dan MTs, sekaligus menandatangani Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang PAUD dan SD.
Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattumena mengatakan, peluncuran merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Ambon dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS.
“Ini modul ajar literasi keuangan pertama di Indonesia untuk tingkat SMP dan MTs. Kita harus bangga,” kata dia, dalam sambutannya, saat peluncuran tersebut yang dilakukan seusai peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Balai Kota, Rabu (20/5).
Menurutnya, penyusunan modul tersebut merupakan bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Ambon dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Wattimena menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan modul ajar tersebut.
"Saya menyampaikan terima kasih secara khusus kepada TPAKD Kota Ambon, OJK Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, MGMP IPS, serta seluruh stakeholder yang telah berkontribusi merampungkan penyusunan modul ini,”bebernya.
Bodewin menegaskan, seluruh SMP dan MTs di Kota Ambon, baik negeri maupun swasta, wajib menerapkan modul ajar tersebut dalam proses pembelajaran.
"Terdapat 53 SMP dan 10 MTs di Kota Ambon yang akan mulai menggunakan modul tersebut. Saya perintahkan supaya segera dilaksanakan pada tingkat sekolah SMP dan MTs. Tidak ada tawar-menawar, semuanya wajib menerapkan modul ajar ini,” tegasnya.
Selain penerapan modul, Pemerintah Kota Ambon juga mendorong seluruh siswa membuka rekening tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) pada perbankan yang menyediakan layanan tersebut.
Ditambahkan, edukasi menabung sejak dini penting untuk membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang baik bagi generasi muda.
“Kita ingin memberikan edukasi bagi mereka untuk rajin menabung. Dari dulu kita diajarkan rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya," ujarnya.
Untuk itu, dirinya berharap, program tersebut dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar Kota Ambon.
Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Maluku, Kepala BPMP Provinsi Maluku, Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady, pimpinan perbankan dan lembaga jasa keuangan, anggota DPRD Kota Ambon, pimpinan OPD, serta ASN di lingkup Pemerintah Kota Ambon. (/AHA)
Dapatkan sekarang