Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Bursel Tanam 1000 Anakan Pohon
Wakil Bupati Buru Selatan saat menanam anakan pohon dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup sedunia 5 Juni tahun 2024 yang berlangsung, kemarin.--Edy/AT.
FaizalLestaluhu
09 Jun 2024 19:33 WIT

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Bursel Tanam 1000 Anakan Pohon

NAMROLE,AT-Dalam rangka memperinghati hari lingkungan hidup sedunia 5 Juni 2024, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan melaksanakan kegiatan penaanam 1000 anakan pohon sepanjang sungai Waetina di Desa  Waefusi kecamatan Namrole Sabtu (8/6) kemarin.  Kegiatan ini dilakukan  dalam rangka mengantisipasi abrasi sungai dan banjir yang hampir setiap tahun menghantui warga  yang ada di desa  tersebut. 

Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Elieser Selsily yang hadir saat  kegiatan penanaman itu dalam sambutannya mengatakan,   peringatan hari lingkungan hidup  sedunia tahun 2024  yang mengusung tema  "Penyelesaian Krisis Iklim Dengan Inovasi Dan Prinsip Keadilan". Tema ini menjadi  pengingat sekaligus  ajakan bahwa,  penyelesaian akar masalah  krisis  ilim harus diselesaikan  secara konsisten  oleh seluruh pemangku kepentingan. 

“Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan  melaksanakan kegiatan penanaman pohon untuk  untuk menjaga keberlangsung  hidup  terutama  lingkungan yang ada di di wilayah kabupaten Buru Selatan. Karena dengan penanaman ini dapat menjaga keseimbangan ekositem tanaman yang intinya  dapat menjegah terjadinya banjir maupun  abrasi,” ujarnya.

Selsily yang juga orang nomor dua di kabupaten dengan julukan Lolik Lalen Fedak Fena ini mengajak semua pihak untuk kembali mengaktifkan  kegiatan jumat pagi  bersih lingkungan  (Jumpa Berlian)  dilingkungan masing-masing serta melakukan pengeloaan  sampah dengan konsep 3 R yaitu, Pertama, Reuse, menggunakan kembali  sampah yang  masih bisa digunakan  atau masih bisa berfungsi lainnya. Kedua, Reduce, mengurangi  segala sesuatu  yang mengakibatkan  atau  memunculkan sampah.

"Terakhir, Recycle, mengola kembali sampah  atau  daur ulang  menjadi suatu produk  barang yang dapat bermanfaat, " pungkasnya. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buru Selatan Syamsul B Sampulawa mengatakan, ribuan tanaman berbagai jenis tersebut, diperoleh dari setiap  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Dimana  masing-masing OPD dan juga Forkopimda dijatahi  tiga anakan. 

“Kita  juga mendapatkan bantuan tanama dari  BPDAS Maluku    berupa Tedebuya (Kayu Besi), Gandaria,   Bintanggor, Cengkih dan Pala,” ungkapnya.

Selain melakukan kegiatan penanaman ribuan anakan pohon, lanjut Sampulawa, ada juga sejumlah kegiatan lain yang akan dilakukan jelang peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia  yakni  Jalan Santai dan  Pengobatan Gratis.

“Untuk pengobatan  gratis  dilakukan pada 7 hingga 8 Juni," ujarnya. 

Dipilihnya desa Waefusi sebagai lokasi penanaman ribuan anakan pohon lanjut Sampulawa, karena setiap musim hujan Waefusi selalu menjadi lokasi langganan banjir.  

"Dengan penamanam ribuan anakan pohon ini diharapkan bisa  lmencegah terjadinya banjir  salah satunya dengan mencegah abrasi tepian sungai  di wilayah tersebut,” tutupnya.

Ikut  hadir dalam kegiatan itu, Kapolres Buru Selatan, M. Agung Gumilar SIK, Sekda  Ruslan Makatitta, Kabag Ops AKP, Obet Remialay, Kasat Intel AKP Mumahad Taufik, Kasat Reskrim IPTU Yefta Marlon Melasa,  pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tkoh ada, tokoh agama serta ratusan ASN dan PTT serta personil Polri. (Edy)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai