AMBON, AT-Musik merupakan komponen kunci dari gerakan sosial. Hubungan antara musik dan gerakan sosial serta kebudayan dapat di lihat dalam empat fokus, yaitu identitas kolektif, ruang bebas, emosi, dan budaya gerakan sosial.
Identitas kolektif dikembangkan dan dipelihara dalam ruang bebas melalui penggunaan musik. Ruang-ruang ini seringkali penuh dengan emosi yang berperan penting dalam pengembangan identitas kolektif. Sebuah budaya gerakan sosial dapat berkembang seiring proses-proses ini berlangsung. Hal ini dijelaskan Ketua Amboina Reality Music, Stane Siegmund Latumahina saat menjadi narasumber di program bastori music dengan obrolan “ Pengaruh Musik Pada Gerakan Sosial dan Kebudayaan “ yang disiarkan Ameks 92, 5 FM, kemarin.
Dia menjelaskan, setelah Ambon mendapat predikat sebagai Kota musik dunia dari Unesco, maka baik seniman maupun musisi serta pihak – pihak yang berkompeten harus memberikan dukungan dengan cara meningkatkan predikat tersebut.
Peningkatan predikat Ambon City of Music dapat dilakukan dengan cara berkreasi melalui karya – karya berkearifan lokal. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menunjukan kepada orang luar tentang indentitas kebudayaan orang Maluku yang sebenarnya.
“Kuncinya untuk meningkatkan dan menunjukan identitas kearifan lokal Maluku melalui musik maka, dibutuhkan persamaan dalam satu pandangan,“ ucap Latumahina.
Menurutnya, kebudayaan tidak terlepas dari musik kearifan lokal seperti totobuang, ukulele, suling, tifa dan lain – lain.
"Di Maluku terdiri dari berbagai macam corak kebudayaan. Hal tersebut dapat dibuktikan saat pelaksanaan suatu budaya di masing – masing daerah tentunya di tunjukan dengan berbagai ciri khas musik tersendiri, " jelasnya.
Olehnya itu, kata dia, untuk menjadikan musik sebagai suatu kekuatan kearifan lokal di Maluku, maka dibutuhkan kolaborasi bersama.
"Musik tradisonal Maluku saat ini sudah menunjukan sebuah kebudayaan. Apalagi alat musik tersebut dimainkan disaat pelaksanaan adat atau kegiatan lainnyalainnya, " bilang dia.
Karena itu, kata Latumahina, meskipun di era digitalisasi saat ini, budaya berubah lebih cepat dari sebelumnya, namun musik Maluku selalu menjadi sarana untuk mendorong terbentuknya karakter dan identitas.
Faktor penting lainnya yang perlu dipertimbangkann adalah seberapa kuat pengaruh music terhadap kehidupan sosial masyarakat serta perilaku manusia. Musik hari ini tidak akan pernah berhenti berperan sebagai agen perubahan.
“Kita semua harus benar - benar menyadari akan budaya Maluku saat ini. Budaya mana yang ingin kita bangun dan kembangkan melalui musik kita,“ katanya.
Dikatakan, dalam perspektif kebudayaan, musik sebagai bagian unsur kesenian dari kebudayaan tidak bisa lepas dari realitas sosial dinamika kehidupan yang berkembang di masyarakat Maluku terkhusunya Kota Ambon. Disisi lain, sebagai seni, musik tidak lepas dari kehidupan orang Maluku. Bahkan nilai-nilai intrinsik dari sebuah karya musik (lagu) pada skala tertentu merupakan pencerminan yang merepresentasikan gambaran kondisi sosio-kultural.
“Nah, keberadaan musik sebagai bagian dari strategi kebudayaan haruslah ditempatkan sebagai gerakan kebudayaan, sehingga tidak pengaruh globalisasi terhadap nilai – nilai musik kearifan lokal di Maluku dapat diminimalisir sedini mungkin, “ imbuhnya. (AKS)
Dapatkan sekarang