NAMROLE,AT-Proses pendaftaran penerimaan pegawai jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di Kabupaten Buru Selatan resmi di tutup pada 11 Oktober 2023 pukul 12:00 WIT.
Ada 2166 orang yang terdaftar untuk mengikuti seleksi sesuai formasi yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah kabupaten Buru Selatan.
"Jadi sampai dengan batas waktu pendaftaran yang diberikan Pempus ada 2166 orang yang mendaftar untuk ikut seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) jalur PPPK," ujar Kepala BKPSDM Kabupaten Buru Selatan, Dullah Tualeka kepada media ini di Kota Namrole, kemarin.
Tualeka merincikan, dari jumlah 2166 orang itu sebanyak 510 orang mendaftar untuk ikut seleksi tenaga guru, 728 orang untuk tenaga kesehatan, sementara untuk tenaga teknis sebanyak 928 orang.
"Ribuan pelamar ini akan mengikuti seleksi untuk merebut 1089 formasi yang disediakan pemerintah pusat kepada Pemkab Bursel. Dimana untuk tenaga guru sebanyak 246 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 706 formasi dan tenaga teknis sebanyak 137 formasi," rincinya.
Setelah terdaftar, kata Tualeka, tim seleksi akan melakukan verifikasi berkas dari 2166 peserta yang sudah mendaftar. Jadi, peserta harus memastikan apakah dokumen yang dimasukan itu sudah lengkap dan sesuai dengan formasi yang dituju atau tidak.
"Bisa saja saat verifikasi dokumen dilakukan ada yang tidak memenuhi persyaratan atau tidak sesuai dengan formasi yang tersedia. Ini yang harus dilihat oleh para pelamar atau pencari kerja," ingatnya.
Ditanya kemana saja para pegawai ini akan ditempatkan setelah dinyatakan lulus seleksi nanti, Tualeka yang juga orang nomor satu di BKPSDM Buru Selatan ini mengaku, penempatan akan dilakukan sesuai dengan formasi yang diambil saat pendaftaran.
"Jadi kalau untuk guru, sesuai dengan formasi atau bidang ilmu yang ia ambil pada semua sekolah sesuai jenjang masing- masing. Begitupun untuk tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Semuanya akan ditempatkan dalam wilayah Kabupaten Buru Selatan," jelas Tualeka menutup pembicaraan. (ESI)
Dapatkan sekarang