Pemkot Ambon Fokus Menurunkan Angka Kemiskinan
Ilustrasi.
FaizalLestaluhu
22 Jan 2024 13:58 WIT

Pemkot Ambon Fokus Menurunkan Angka Kemiskinan

AMBON,AT-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda-Litbang) Kota Ambon, Enrico Rudolf Matitaputty mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, terus berupaya  untuk menurunkan angkat kemiskinan di Kota Ambon dalam tahun 2024 ini.

Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk miskin di Kota Ambon mencapai 5,25 persen. Jumlah ini terbilang tinggi dibandingkan tahun 2022 yaitu 4,68 persen.

"Kita tahu bersama bahwa untuk angka kemiskinan ekstrim di Kota Ambon nol, namun angka kemiskinan yang bukan ekstrim justru lebih tinggi di tahun 2023 kemarin, ketimbang 2022 lalu," ungkapnya kepada wartawan diruang kerjanya, akhir pekan kemarin.

Dikatakan, angka tersebut diakibatkan naiknya garis kemiskinan dari Rp661.016 menjadi Rp716.560.

"Biasanya orang belanja Rp 600 ribu kalau naik Rp 700 ribu tetap dikategorikan sebagai miskin," ujarnya.

Diakui, dalam mengatasi tinggi angka kemiskinan, Pemerintah Kota Ambon telah menetapkan berbagai kebijakan dan program, diantaranya pemberian bantuan sosial (Bansos), bantuan bibit, alat tangkap, pembagian ikan gratis, bantuan bagi pelaku Usaha Mirko Kecil Menengah (UMKM). Selain itu terdapat bantuan padat karya, dalam hal pekerjaan fisik dengan memberdayakan tenaga lokal.

"Untuk pekerjaan fisik wajib menggunakan tenaga lokal dibuktikan dengan KTP," ucapnya.

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon ini menyakini, jika seluruh program dijalankan dengan baik, angka kemiskinan di Kota Ambon bisa mengalami penurunan.

"Upaya-upaya yang dilakukan cukup membantu. Sehingga kita berharap di tahun 2024 pada saat rilis bulan Maret, angka kemiskinan sudah bisa turun," pungkasnya.

Sementara itu, diberita sebelumnya Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kota Ambon terus mengalami kenaikan yang sangat positif, dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kota Ambon, di Tahun 2022 berada diangka 5.23 persen. Kemudian di Tahun 2023 naik menjadi 5.18 persen.

"Pertumbuhan Kota Ambon di Tahun 2022, sangat positif sebab berada diangka 5,23 persen dan diperkirakan akan tetap bertumbuh di tahun 2023 seiring bertumbuhnya ekonomi Maluku pada triwulan II tahun 2023 yang tercatat sebesar 5,18 persen," katanya. 

Dikatakan, selain itu Kota Ambon juga memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi provinsi yang mana angka kemiskinan ekstrim di Kota Ambon 0 persen. 

"Meski persentase penduduk miskin Kota Ambon pada posisi Maret 2023 tercatat sebesar 5,25 persen atau naik 0,57 persen dibanding Maret 2022 yang hanya sebesar 4,68 persen,"jelasnya.

Diakui, salah satu faktor yang mempengaruhi meningkatnya presentasi penduduk miskin adalah, angka garis kemiskinan naik sebesar 8,40 persen, sehingga secara langsung mempengaruhi jumlah penduduk miskin di Kota Ambon. 

"Makanya kita (Pemkot-red) terus berupaya dalam penanganan kemiskinan, melalui pemberdayaan masyarakat disegala bidang maupun usaha penyerapan kerja lewat proyek padat karya,"paparnya. (Ha) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai