Pemkot Ambon Dorong Harmoni dan UMKM Lewat Festival Budaya dan Ramadan
QuBisaAdmin.com
03 Mar 2026 05:21 WIT

Pemkot Ambon Dorong Harmoni dan UMKM Lewat Festival Budaya dan Ramadan

AMBON,AT--Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, menegaskan bahwa Festival Budaya Katong Orang Basudara menjadi ruang penting untuk merawat harmoni dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kota Ambon.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan yang digelar di kawasan Monumen Gong Perdamaian Dunia (GPD), akhir pekan kemarin. Meski sempat terjadi kendala teknis akibat hujan, antusiasme masyarakat tetap tinggi dan menunjukkan semangat kuat untuk menjaga perdamaian serta nilai hidup orang basudara di Ambon.

“Gong perdamaian ini menjadi simbol bahwa kita berkomitmen membangun perdamaian melalui kehidupan orang basudara di Kota Ambon. Apa yang pernah terjadi di masa lalu biarlah menjadi bagian dari sejarah. Yang terpenting hari ini adalah memastikan peristiwa serupa tidak terulang lagi,” ujar Wattimena.

Ia mengatakan, keberagaman yang dimiliki Ambon merupakan potensi besar apabila dikelola dengan baik. Namun sebaliknya, bisa menjadi ancaman apabila tidak dirawat melalui kerja bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah.

Menurutnya, budaya tidak boleh hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi harus menjadi solusi bagi masa depan.

“Budaya adalah perekat kehidupan orang basudara. Ia harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai cerita, tetapi sebagai praktik nyata yang dapat dipelajari oleh anak-anak kita,” tegasnya.

Pemerintah Kota Ambon juga memberikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Budaya Wilayah XX Maluku serta seluruh pihak yang berkolaborasi menginisiasi dan melaksanakan festival tersebut.

Wattimena berharap ke depan berbagai ekspresi seni, baik seni tradisi, seni modern, maupun seni berbasis keagamaan dapat terus dipadukan dalam semangat kolaborasi, sehingga mencerminkan wajah Ambon sebagai kota yang hidup dalam harmoni di tengah perbedaan.

“Ketika semua perbedaan itu disatukan, di situlah tercipta harmoni yang sesungguhnya. Inilah makna hidup orang basudara di Kota Ambon,” tandasnya.

Sementara itu, perwakilan Balai Pelestarian Budaya Wilayah XX Maluku, Peter Syaranamual, menjelaskan kegiatan ini diinisiasi oleh Martin Patipelamonia sebagai penerima Dana Abadi Indonesiana Kota Ambon dari Kementerian Kebudayaan RI dengan kategori pendayagunaan ruang publik.

Terpisah, Penjabat Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival Ramadan tersebut.

“Bulan Ramadan adalah bulan berkah, bulan pembinaan diri, dan penguatan iman. Festival ini menjadi ruang ekspresi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Festival Ramadan menampilkan berbagai kegiatan seperti lomba pop religi, fashion show busana muslim, serta beragam seni Islami lainnya. Pelaku UMKM juga dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai upaya menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Ketika UMKM tumbuh, daya beli masyarakat meningkat, dan ketahanan sosial Kota Ambon menjadi semakin kokoh,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar bijak dalam memilih lingkungan pergaulan dan aktivitas, serta menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif, termasuk persoalan kesehatan seperti HIV.

Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, berkomitmen mendorong penguatan UMKM melalui pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan.

“Kami ingin UMKM Ambon semakin kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” tambahnya.

Festival ini sekaligus menjadi ajang pelestarian tradisi budaya lokal bernuansa keagamaan. Diharapkan, kegiatan positif seperti ini dapat menjadi ruang sehat dan produktif untuk menyalurkan bakat serta energi generasi muda.

Pemerintah Kota Ambon berharap festival ini menjadi momentum untuk meningkatkan kreativitas dan ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga Ambon tetap aman, damai, dan bermartabat.

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai