Pemkot Ambon bersama AMO Fokus Kembangkan Wisata Terintegrasi
Bodewin Wattimena (kanan), Penjabat Walikota Ambon bersama Ronny Loppie saat dialog terkait pengembangan wisata terintegrasi di Ameks Radio, kemarin. --Dade/Ameks.
FaizalLestaluhu
21 Jul 2023 06:23 WIT

Pemkot Ambon bersama AMO Fokus Kembangkan Wisata Terintegrasi

AMBON,AT-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus berupaya mengembanhan wisata terintegrasi. Tak hanya mengandalkan objek wisata alam, tapi juga seni, budaya dan musik ciri khas kota bertajuk manise ini.H al ini disampaikan penjabat Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena saat bersama Direktur Ambon Office Music (AMO) Ronny Loppies menjadi narasumber program Bastori Musik di studio Ameks 92,5 FM, Kamis (20/7). 

Pemerintah Kota Ambon yang didukung AMO serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon telah berupaya untuk meletakan dasar pengembangan wisata berbasis musik. 

“Kita punya sekolah di Kota Ambon yang sudah membuat pengembangan kurikulum musik untuk mendukung pengembangan wisata berbasis musik," jelas Bodewin.

Orang nomor satu di Pemkot Ambon ini menyebutkan, sepuluh sekolah yang dikembangkan oleh AMO dan Dinas Pendidikan Kota Ambon saat ini telah masuk dalam top inovasi untuk berjuang mendapat juara masuk sepuluh besar.

"Sekolah – sekolah tersebut ialah SD Negeri 19 Ambon, SD Negeri 1 Amahusu, SD Negeri Rutong, SD Negeri Tuni, SD Negeri 22 Ambon, SMP Negeri 22 Ambon, SMP Negeri 8 Hutumuri, SMP Negeri 10 Ambon, SMP Negeri 11 Ambon dan SMP Negeri 15 Hative Besar, " beber dia. 

Menurut Walikota, apabila konsep musikalitas yang telah dibangun di sekolah – sekolah dikelolah dengan baik, maka daerah tujuan pariwisata akan didukung dengan wisata musik. Artinya, jika konsep pengembangan musikalitas terwujud, maka akan sinkron dengan branding Ambon City of Music (kota musik).

“Konsep musikalitas bukan hanya akan dikembangkan di sepuluh sekolah tersebut, tetapi ruang – ruang yang tersedia di Kota Ambon akan diupayakan untuk memberikan ruang yang cukup kepada penggiat musik, pelaku musik untuk menampilkan. kelebihan dan telenta mereka, “ katanya. 

Dia menambahkan, saat ini Pemkot Ambon melaksanakan konsep wisata terintegrasi di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan dengan memadukan wisata pantai dengan ekowisata (pohon sagu).  Atraksi budaya juga tidak kalah penting untuk dikembangkan.

“Ketika orang ke Negeri Rutong, maka akan disambut dengan tarian dan prosesi adat yang kemudian masuk ke destinasi wisata dan melihat cara pengolahan sagu secara manual maupun modern. Jadi ini konsep pengembangan yang sementara kita lakukan, “ tandasnya. 

Sementara itu, Direktur Ambon Office Music (AMO),  Ronny Loppies menjelaskan, untuk mengembangkan destinasi pariwisata musik bertaraf Internasional sejalan dengan predikat Ambon City of Music versi UNESCO, maka harus memiliki spesifikasi dan karakter yang kuat sehingga dapat memberikan perbedaan antara kota Ambon dengan kota lainnya di Indonesia. 

Di sisi lain, kata Roony, pariwisata konvensional perlu diubah menjadi pariwisata alternatif berbasis atraksi musik yang disebut dengan pariwisata musik (music tourism).

“Tujuan perubahan tersebut untuk merasakan dan memiliki pengalaman wisata yang dihasilkan oleh sektor musik dalam bentuk atraksi ataupun dalam bentuk workshop, rumah para musisi dan sekolah. Jadi tidak hanya sebatas alam tetapi juga mendapatkan kesan musik,“ ujar Ronny. 

Dia menyebutkan, sejauh ini AMO telah bekerja sama dengan UCCN (UNESCO Creative Cities Network) yang saat ini berjumlah 295 kota kreatif di dunia dan di dalamnya terdapat 59 kota kreatif musik. AMO juga bekerja sama dengan ICCN (Indonesia Creative Cities Network) sebanyak kurang lebih 210 kota kreatif nasional.

Olehnya itu, kata Ronny, AMO berkomitmen untuk mewujudkan sepuluh Daya Tarik Wisata (DTW)  musik  yang ditumpang tindihkan dengan sepuluh sekolah percontohan implementasi kurikulum muatan lokal wajib musik tradisional.

“Pengadaan instrumen sebagai alat musik tradisional yang diajarkan di sepuluh sekolah percontohan melibatkan pelaku ekonomi kreatif atau masyarakat lokal dari sepuluh  DTW Musik, “ katanya. 

Ronny menambahkan, saat ini AMO merekrut dua puluh tenaga pengajar autodidak menjadi tenaga pengajar dan diberi gaji.  AMO juga telah bekerja sama dengan kota-kota kreatif dunia untuk kegiatan ekspor musisi. Sebagai contoh ke Jinju (Korsel), Paducah (USA) dan Hangzhou (China).

"Disamping itu, AMO juga melakukan berbagai  Forum Group Discussion (FGD) dengan melibatkan komunitas musik dan musisi. Fasilitas pendanaan dalam konsep pengembangan wisata berbasis musik di Kota Ambon melalui bantuan Kemenparekraf dan Kemendikbud (Program Indonesiana),“ tutup dia.(AKS)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai