NAMROLE,AT-Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) 17 ekor Sapi sebagai hewan kurban, yang disembeli saat Perayaan Idul Adha Kamis (29/6) hari ini.
“Belasan ekor sapi itu, diantaranya 16 dari Pemkab Bursel dan satunhya lagi sumbangan dari Bank Maluku, sehingga totalnya ada 17 ekor," ujar Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily kepada media ini disela-sela pemberian hewan kurban yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Buru Selatan, kemarin.
Orang nomor dua di kabupaten Bursel ini mengatakan, 17 ekor Sapi ini akan disalurkan ke lima kecamatan dalam wilayah Kabupaten Buru Selatan, yakni . Kecamatan Ambalau, Waesama, Namrole, Leksula dan Kecamatan Kepala Madan.
“Hewan–hewan kurban ini akan didistribsuikan ke panitia Hari-Hari Besar Islam, (PHBI) di lima kecamatan untuk selanjutnya diserahkan ke masjid untuk dikurbankan dan dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” kata Selsily.
Dia merincikan, untuk kecamatan Namrole akan mendapatkan 7 ekor sapi. Dibagikan untuk Mesjid desa Oki Baru, Mesjid Al-Hidaya Desa Leku, Mesjid Desa Elfulle, Mesjid Ar-Rahaman desa Fatmite, Mesjid Jami desa Lektama, Mesjid Nurul Hilal desa Waefusi, dan Kaum Duafa .
Untuk kecamatan Waesama mendapatkan tiga ekor sapi. Sapi-sapi ini akan dibagikan di Mesjid At-Taqwa desa Simi, Mesjid Al-Muhajrin desa Hote Jaya, dan Mesjid Nur Ain desa lWaeteba.
Kecamatan Leksula, dua ekor Sapi yang diberikan ke Mesjid Al-jadah desa Waemala dan Mesjid Al-Mustakim desa Waehaka.
Kecamatan Ambalau, satu ekor Sapi, untuk Mesjid desa Masawooy, Sementara untuk Kecamatan Kepala Madan mendapatkan tiga ekor Sapi untuk Mesjid Nurul Ilahi desa Balpetu, Mesjid An-Nur desa Biloro, dan Mesjid Al-Hijrah desa Waekeka .
“Saya berharap bantuan hewan qurban yang diberikan ini dalam kondisi sehat,” harapnya.
Selsily pada kesempatan itu juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kebersamaan, kerukunan serta persatuan dan kesatuan antar umat beragama di Kabupaten Buru Selatan sebagai satu kekuatan yang besar dalam menghadapai dinamika masyarakat untuk bangkit, membina dan mereformasi sikap mental umat beragama sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama islam .
Idul Adha, kata Selsily, merupakan momentum yang tepat untuk mengasah keiklasan dan kepedulian sosial sesama serta membangun kualitas sebagai pribadi yang sabar atau yang sering disebut hari raya kurban. Sesuai dengan makna, kurban memiliki arti berikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana yang telah disampaikan oleh para ulama.
“Kurban yang kita laksanakan pada hari raya Idul Adha merupakan simbol dari kepatuhan kita kepada Allah SWT sekaligus perwujudan rasa syukur dan rasa kepedulian kita terhadap sesama dalam satu ikatan kekeluargaan dan persaudaraan yang semakin erat,” tutupnya. (ESI)
Dapatkan sekarang