NAMROLE,AT-Pemerintah Kabupaten Buru Selatan terus berupaya memenuhi kebutuhan pengawai negeri sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di kabupaten tersebut. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang pemerintahan kepada masyarakat yang ada di kabupaten yang akan memasuki usia ke 16 tahun 21 Juli 2024 mendatang. Upaya yang dilakukan Pemkab Bursel dibawah kepemimpinan Bupati Safitri Malik Soulisa dan Wakil Bupati Gerson Elieser Selsily itu membuahkan hasil.
Buktinya, Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mengalokasikan 1500 kuata CPNS dan P3K untuk Kabupaten Buru Selatan di tahun anggaran 2024. Penyerahan kuota CPNS dari Kemenpan itu di terima langsung Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Elieser Selsily yang berlangsung di kantor Kemenpan-RB Jakarta Pusat pekan kemarin.
“Memang benar kuota CPNS dan P3K untuk Pemkab Buru Selatan sudah saya terima. Kuata CPNS sebanyak 1500 itu diserahkan langsung Menpan-RB,” ujar Selsily kepada koran ini di Namrole Minggu (24/3).
Selsily yang juga orang nomor dua dikabupaten Buru Selatan ini mengungkapkan, dari 1500 kuota CPNS dan P3K, 500 kuota untuk kebutuhan tenaga (CPNS) dan 1000 untuk kebutuhan tenaga Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K)
“Kuota CPNS 500 orang, diperuntukan untuk tenaga kesehatan sebanyak 200 orang, dan tenaga teknis 300 orang.Sementara untuk kuota P3K sebanyak 1000 orang, diperuntukan untuk tenaga guru sebanyak 321 orang, tenaga kesehatan 250 orang dan teknis 429,” kata Selsily merincikan.
Terkait dengan kuota CPNS dan P3K yang mencapai 1500 orang ini, Selsily berharap kepada semua lulusan dan juga pencari kerja yang ada di kabupaten Buru Selatan untuk menyiapkan diri sedini mungkin sehingga bisa berkompetisi saat pelaksanaan seleksy dilakukan.
“Saya berharap mereka (pencari kerja-red)n bisa menyiapkan diri sendini mungkin, sehingga bisa mengikuti kompetensi dan bisa lulus seleksi,” harap Selsily menutup pembicaraan.(Edy)
Dapatkan sekarang