Pemkab Bursel  Ancam Tindak Pedagang yang Timbun Sembako 
Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa yang di dampingi Kadis Indag Dominggus Seleky, Asisten II Ibrahim Banda dan sejumlah pimpinan OPD saat melakukan Sidag di Pasar KAI Wait dan Pasar Unit serta sejumlah tokoh di Kota Namrole, kemarin.--Edy/AT.
FaizalLestaluhu
17 Nov 2023 09:15 WIT

Pemkab Bursel  Ancam Tindak Pedagang yang Timbun Sembako 

NAMROLE,AT-Pemerintah Kabupaten Buru Selatan akan mengambil tindakan tegas kepada semua pedagang atau pengusaha  yang kedapatan  menimbun atau menaikan harga kebutuhan masyarakat melampaui batas harga tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Pasalnya, dengan  melakukan penimbunan dan  menaikan harga melewati HET (Harga Eceran Tertinggi) akan berdampak  kepada daya beli masyarakat, terutama masyarakat ekonomi menengah kebawa. Demikian penegasan ini disampaikan   Bupati Buru Selatan  Safitiri Malik Soulisa saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak)   untuk memastikan  ketersediaan dan harga berbagai kebutuhan   masyarakat   di Pasar Kai Wait dan Pasar Unit yang ada di Kota Namrole, kemarin. 

Soulisa mengungkapkan,  ditengah kondisi dan situasi  ekonomi saat ini, maka para  pedagang dan pengusaha harus membantu pemerintah untuk menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat  sehingga bisa menjaga kestabilan harga di  Pasar.

“Kalau kebutuhan masyarakat tersedia dalam  jumlah yang cukup otomatis   tidak akan memicu  kenaikan harga. Sebaliknya  jika kebutuhan masyarakat terutama sembako tidak  tersedia  atau stoknya kurang, maka akan berdampak pada harga-harga kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, jalur pasokan berbagai kebutuhan masyarakat ke Buru Selatan sudah sangat lancar, karena bisa didatangkan dari Surabaya, Ambon dan juga dari Namlea.

“Kita punya jasa tol laut, dimana ada sejumlah kebutuhan masyarakat yang dipasok dari Surabaya. Ini akan sangat membantu para pedagang  untuk menyupali berbagai kebutuhan masyarakat, selain di pasok dari Ambon dan Namlea,” sebutnya .

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buru Selatan Dominggu Seleky mengatakan, berdasarkan  hasil Sidak yang dilakukan bersama bupati, untuk memastikan kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan kedepan ini, semua tersedia dalam jumlah yang cukup serta aman.

“Jadi berdasarkan   hasil Sidak bersama ibu bupati,  untuk kebutuhan masyarakat semuanya tersedia dalam  jumlah yang cukup serta aman untuk beberapa bulan  kedepan,” ungkapnya.

Hanya saja terkait dengan harga, kata dia, ada sejumlah kebutuhan yang meningkat salah satunya  Beras.

“Untuk beras ini ada mengalami kenaikan harga  dimana  untuk Beras medium ada di kisaran Rp 13.000 hingga Rp 14.000/kg  dari harga awal Rp 12.000/kg. Sementara Beras Premium itu ada di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 19.000/kg serta ada beberapa  kebutuhan lainnya. Sementara untuk Cabe  yang awalnya ada di kisaran Rp 200.000/kg kini sudha turun menjadi Rp 150.000/kg,” rincinya.

Terkait  langkah  Indag untuk mengantisipasi adanya penimbunan maupun spekulasi harga di tingkat pedagang, Seleky mengaku, akan dilakukan pengawasan secara ketat untuk hal itu.

“Untuk  masalah penimbunan dan permaian harga kita akan pantau secara serius. Bila kedapatan, maka akan diambil tindakan tegas,” tutup dia. (SE)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai