NAMROLE,AT-Pemerintah Kabupaten Buru Selatan akan mengambil tindakan tegas kepada semua pedagang atau pengusaha yang kedapatan menimbun atau menaikan harga kebutuhan masyarakat melampaui batas harga tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.
Pasalnya, dengan melakukan penimbunan dan menaikan harga melewati HET (Harga Eceran Tertinggi) akan berdampak kepada daya beli masyarakat, terutama masyarakat ekonomi menengah kebawa. Demikian penegasan ini disampaikan Bupati Buru Selatan Safitiri Malik Soulisa saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk memastikan ketersediaan dan harga berbagai kebutuhan masyarakat di Pasar Kai Wait dan Pasar Unit yang ada di Kota Namrole, kemarin.
Soulisa mengungkapkan, ditengah kondisi dan situasi ekonomi saat ini, maka para pedagang dan pengusaha harus membantu pemerintah untuk menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat sehingga bisa menjaga kestabilan harga di Pasar.
“Kalau kebutuhan masyarakat tersedia dalam jumlah yang cukup otomatis tidak akan memicu kenaikan harga. Sebaliknya jika kebutuhan masyarakat terutama sembako tidak tersedia atau stoknya kurang, maka akan berdampak pada harga-harga kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Saat ini, kata dia, jalur pasokan berbagai kebutuhan masyarakat ke Buru Selatan sudah sangat lancar, karena bisa didatangkan dari Surabaya, Ambon dan juga dari Namlea.
“Kita punya jasa tol laut, dimana ada sejumlah kebutuhan masyarakat yang dipasok dari Surabaya. Ini akan sangat membantu para pedagang untuk menyupali berbagai kebutuhan masyarakat, selain di pasok dari Ambon dan Namlea,” sebutnya .
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buru Selatan Dominggu Seleky mengatakan, berdasarkan hasil Sidak yang dilakukan bersama bupati, untuk memastikan kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan kedepan ini, semua tersedia dalam jumlah yang cukup serta aman.
“Jadi berdasarkan hasil Sidak bersama ibu bupati, untuk kebutuhan masyarakat semuanya tersedia dalam jumlah yang cukup serta aman untuk beberapa bulan kedepan,” ungkapnya.
Hanya saja terkait dengan harga, kata dia, ada sejumlah kebutuhan yang meningkat salah satunya Beras.
“Untuk beras ini ada mengalami kenaikan harga dimana untuk Beras medium ada di kisaran Rp 13.000 hingga Rp 14.000/kg dari harga awal Rp 12.000/kg. Sementara Beras Premium itu ada di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 19.000/kg serta ada beberapa kebutuhan lainnya. Sementara untuk Cabe yang awalnya ada di kisaran Rp 200.000/kg kini sudha turun menjadi Rp 150.000/kg,” rincinya.
Terkait langkah Indag untuk mengantisipasi adanya penimbunan maupun spekulasi harga di tingkat pedagang, Seleky mengaku, akan dilakukan pengawasan secara ketat untuk hal itu.
“Untuk masalah penimbunan dan permaian harga kita akan pantau secara serius. Bila kedapatan, maka akan diambil tindakan tegas,” tutup dia. (SE)
Dapatkan sekarang