ARU,AT--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru menargetkan, pembangunan rumah warga korban konflik antar Desa Longgar dab Desa Apara di Kecamatan Aru Tengah Selatan dirampungkan pada Oktober 2026.
Target tersebut disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kepulauan Aru, Muhlis Hamu. "Target kami, bulan Oktober nanti seluruh proses pembangunan sudah beres. Setelah it, pemerintah daerah akan langsung menyerahkannya kepada warga yang terdampak," terang Muhlis, 1 Oktober 2026.
Menurutnya, Pemkab Kepulauan Aru terus mendorong percepatan pembangunan rumah warga terdampak konflik.
Dia mengungkapkan, suasana di kedua desa semakin membaik. Warga jua sudah mulai Kembali menjalani aktivitas sehari-hari dan hubungan social perlahan mulai mencair.
Apalagi, ungkapnya, belum lamai ini, Bupati Kepulauan Aru, Toimotius Kaidel, turun langsung melihat kondisi warga sekaligus memantau perkembangan pembangunan rumah.
"Pak Bupati ingin melihat langsung kondisi masyarakat disana. Alhamdulillah, suasana sudah Kembali hangat. Warga sudah beraktivitas normal dan saling bertegur sapa," ujarnya.
Dari hasil pemantauan dilapangan, progress pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen. Kondisi tersebut membuat Pemkab Aru optimis kalau seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sesuai target.
"Progres pembangunan rumah ternyata sudah menyentuh 70 persen. Makanya kami sangat optimis, bulan Oktober besok semuanya sudah rampung," katanya.
Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kepulauan Aru, lanjut Muhlis, terdapat 26 unit rumah warga yang menjadi bagian dari penanganan pascakonflik.
Dari jumlah tersebut, katanya, sebanyak 25 unit merupakan pembangunan baru. Sementara satu unit rumah lainnya mendapat penangan berupa rehabilitasi.
Pembangunan dilakukan secara swakelola melalui kolaborasi Pemkab Kepulauan Aru Bersama Polres Kepulauan aru, yang pembiayaannya didukung melalui Dana Alokasi umum (DAU) tahun anggaran 2026.(*)
Dapatkan sekarang